New Policy: Pimpin BPI, Fauzan Zidni Siapkan Misi Khusus ke Cannes

Pimpin BPI, Fauzan Zidni Siapkan Misi Khusus ke Cannes

Fauzan Zidni, produser film terkenal, secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) untuk periode empat tahun ke depan. Ia berkomitmen mengembangkan industri film nasional agar lebih siap bersaing di pasar global, dengan fokus pada kerja sama strategis dan produksi bersama lintas negara. Pada tahun 2025, film lokal sukses mencapai 67 persen pangsa pasar, yang menjadi fondasi kuat untuk ekspansi lebih lanjut. Fauzan menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kami akan berfokus pada penguatan akses film Indonesia ke pasar internasional melalui festival strategis dan proyek co-productions bersama,” kata Fauzan, seperti dilaporkan Variety pada Kamis (23/4).

Langkah konkret dari visi ini akan dimulai bulan Mei 2026, ketika BPI mengirimkan delegasi pertamanya ke Cannes Film Festival. Fauzan menjelaskan bahwa pihaknya aktif menawarkan kerja sama dengan studio besar, distributor, serta kurator festival global, untuk mengangkat kisah-kisah Indonesia ke panggung dunia. Dukungan penuh juga diberikan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang berharap kepemimpinan Fauzan dapat menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan sektor industri.

Komitmen Menteri Fadli Zon terhadap penguatan ekosistem film Indonesia, serta promosi tata kelola yang transparan, akan didukung oleh Nazira C. Noer sebagai Sekretaris Jenderal dan Yulia Evina Bhara sebagai Kepala Kerja Sama Internasional. Fauzan Zidni sebelumnya dikenal melalui film-film seperti *Perang Kota* (International Film Festival Rotterdam 2025), *Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak* (Cannes 2017), dan *What They Don’t Talk About When They Talk About Love* (Sundance 2013).

Selama 2022–2024, ia memimpin produksi orisinal di Disney Indonesia, menciptakan 12 serial dan 10 proyek pengembangan. BPI sendiri didirikan pada 2014, berperan sebagai lembaga independen yang memberikan saran kebijakan perfilman kepada pemerintah, memfasilitasi produksi internasional, serta memperkuat citra industri film Indonesia di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *