What Happened During: Harga Emas Dunia Terpukul, Pesta 4 Pekan Usai
Harga Emas Dunia Terpukul, Pesta 4 Pekan Usai
Harga emas global mengalami penurunan pada pekan ini akibat ketakutan pasar terhadap risiko inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dan ekspektasi peningkatan suku bunga di Amerika Serikat (AS) yang berlangsung lebih lama. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas ditutup pada level US$4.708,6 per troy ons, naik 0,34% pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Namun, penutupan ini justru membalikkan tren sebelumnya, ketika emas turun 0,95% ke posisi US$4.692 per troy ons.
Secara mingguan, harga emas masih mengalami penurunan sebesar 2,48%, yang menandai akhir dari tren penguatan selama empat minggu berturut-turut. Koreksi ini terjadi karena tekanan dari kenaikan harga energi akibat konflik antara AS dan Iran. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan kenaikan inflasi global, sehingga memperkuat ekspektasi The Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang menekan emas, karena menambah risiko inflasi dan mengurangi daya tarik aset tersebut. Dalam kondisi inflasi yang tinggi, emas tidak lagi menjadi pilihan utama karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Situasi ini memperlihatkan perbedaan dari biasa, di mana konflik geopolitik biasanya mendorong pembelian emas sebagai aset aman.
Situasinya menjadi cukup unik. Konflik geopolitik biasanya membuat emas diburu sebagai aset aman. Namun, kali ini dampak perang juga mengangkat harga minyak, memperbesar risiko inflasi, dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Kombinasi inilah yang akhirnya menahan laju emas.
Tekanan terhadap emas semakin berat karena dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut menguat. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara kenaikan yield obligasi meningkatkan daya tarik aset berbunga bagi investor. Dengan hal tersebut, penguatan emas pada Jumat lebih terlihat sebagai rebound sementara ketimbang tanda pembalikan arah.
CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected]