Key Discussion: Menlu Iran Tiba di Pakistan, Tapi Ogah Temui Perwakilan AS
Menteri Luar Negeri Iran Tiba di Islamabad, Namun Tidak Bertemu dengan Perwakilan AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah berangkat ke Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4) waktu setempat. Ia tiba untuk mengawali diskusi damai dengan Amerika Serikat (AS). Reuters melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi kehadiran Araghchi di Islamabad. Sejumlah pasukan militer disiagakan di berbagai titik pusat kota sebagai langkah pencegahan.
Araghchi dijadwalkan langsung menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, di Hotel Serena. Lokasi ini juga digunakan dalam pertemuan awal antara pihak Iran dan AS. Dalam postingannya di X, Araghchi menyebutkan bahwa kunjungannya ke Pakistan, Oman, dan Rusia bertujuan untuk koordinasi urusan bilateral serta diskusi tentang situasi regional.
Konflik antara Iran dan AS yang berlangsung sejak 28 Februari lalu masih belum selesai. Perang ini memengaruhi berbagai sektor, termasuk gangguan pada jalur Selat Hormuz yang menyebabkan kenaikan harga minyak. Pada medio April, perundingan pertama telah diadakan di Hotel Serena, namun pertemuan putaran terakhir ditunda.
Kunjungan Tanpa Pertemuan dengan AS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa Araghchi tidak akan bertemu dengan perwakilan AS selama kunjungan ini. Ia hanya akan menyampaikan pandangan ke perwakilan Pakistan. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Iran berencana memenuhi tuntutan AS dengan sejumlah penawaran. Namun, jenis tawaran tersebut belum dijelaskan secara spesifik.
“Iran tahu bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak. Yang perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir dengan cara yang bermakna dan dapat diverifikasi,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga mengatakan bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan berangkat ke Pakistan pada Sabtu (25/4) pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Araghchi. Ia berharap terjadi kemajuan dari pihak Iran dalam upaya mencapai kesepakatan. Namun, Iran mengakui belum siap untuk hadir, sementara delegasi AS masih berada di negara itu.