Main Agenda: Bukan Iran Duluan, China Turun Gunung Damaikan 2 Negara Muslim Ini

Bukan Iran Duluan, China Turun Gunung Damaikan 2 Negara Muslim Ini

Pakistan dan Afghanistan melaporkan telah memulai babak baru perundingan di Beijing pada Rabu, 1 April 2026. Upaya ini bertujuan mengakhiri pertempuran sengit antara kedua negara sejak Taliban menguasai wilayah tersebut pada 2021. Delegasi dari kedua pihak, termasuk perwakilan kementerian luar negeri dan pertahanan, tiba di Urumqi untuk memulai diskusi. Fokus utama pertemuan tersebut adalah pencarian gencatan senjata dan pembukaan kembali perbatasan.

Pertemuan melibatkan pejabat tingkat menengah yang berupaya mencapai kesepakatan untuk memperbaiki jalur perdagangan. Seorang pemimpin Taliban dari Kabul menyatakan, “Kepemimpinan kami mendukung langkah ini dan siap berpartisipasi dalam proses perundingan,” seperti yang dilaporkan Reuters. Ini menandai keterlibatan aktif Taliban dalam dialog yang diharapkan mendinginkan hubungan bilateral.

Konflik yang memicu perang antar negara ini terus mengakibatkan korban jiwa signifikan, terutama di sisi Afghanistan. Serangan udara Pakistan akhir Februari lalu memicu pertempuran intensif, dengan Kabul mengklaim lebih dari 400 orang tewas di sebuah pusat rehabilitasi narkoba. Namun, Islamabad menuduh Taliban menggunakan serangan tersebut untuk menutupi penyebaran militan Islam di wilayah mereka.

“Kami secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur teroris,” tulis pernyataan resmi Pakistan terkait operasi udara di Afghanistan.

Selain itu, aksi saling tembak antara dua negara sempat memanas setelah gencatan senjata sementara Idul Fitri berakhir. Pakistan mengakhiri jeda perang dengan alasan menanggapi serangan dari wilayah Afghanistan. Sementara itu, pihak Taliban menolak pernyataan resmi Pakistan mengenai dampak serangan tersebut.

Mediasi oleh Beijing menjadi pilihan utama dalam situasi politik global yang semakin panas. Dengan mediator tradisional seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, China mengambil peran sebagai pihak netral. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, terpantau berada di Beijing untuk mendapatkan dukungan terhadap inisiatif perdamaian lainnya.

Walaupun delegasi telah tiba di lokasi, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Pakistan serta pihak pemerintah Afghanistan belum merilis pernyataan resmi mengenai detail pembicaraan di China tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *