Key Strategy: Perjalanan Berkelanjutan Bank Mandiri Terus Bergerak di Hari Bumi 2026
Perjalanan Berkelanjutan Bank Mandiri Terus Berkembang di Hari Bumi 2026
Di tengah perayaan Hari Bumi 2026, Bank Mandiri menegaskan komitmen pada keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasionalnya. Upaya ini dikerjakan sebagai proyek jangka panjang yang terukur, dengan tujuan meningkatkan manfaat bagi berbagai pihak terkait, termasuk nasabah perorangan dan korporasi. Bank Mandiri menjadikan keberlanjutan sebagai elemen integral, menciptakan ekosistem yang terpadu untuk melibatkan seluruh stakeholder.
Ekspansi Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp320 Triliun
Berdasarkan semangat “Sinergi Majukan Negeri,” Bank Mandiri berperan sebagai pendorong dalam transformasi ekonomi hijau Indonesia. Pendekatan ini menggabungkan data akurat, implementasi nyata, serta dampak jangka panjang. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menyampaikan bahwa hingga Maret 2026, nilai pembiayaan berkelanjutan bank tersebut mencapai sekitar Rp320 triliun, naik 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, Rp167 triliun dialokasikan untuk pembiayaan hijau, sementara Rp153 triliun untuk pembiayaan sosial.
“Kami yakin pembiayaan berkelanjutan akan terus berkembang dengan pertumbuhan 7-9% per tahun, sejalan dengan target kredit bank. Meski kondisi ekonomi domestik dan global berubah, kami tetap fokus pada prinsip kehati-hatian saat memperluas akses pembiayaan. Hal ini memungkinkan kita menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset,” ujar Henry, Sabtu (25/4/2026).
Program Terpadu untuk Meningkatkan Akses Karbon
Bank Mandiri terus memperluas peluang partisipasi masyarakat dalam pasar karbon. Sebelumnya, akses utama terbatas pada segmen korporasi, tetapi kini program ini lebih inklusif. Salah satu inisiatif adalah Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang diluncurkan untuk nasabah retail melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini memungkinkan pengguna menghitung jejak emisi, melakukan pengimbangan karbon, dan membeli SPE-GRK secara langsung.
SPE-GRK saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei, milik Pertamina New & Renewable Energy. Proyek ini berkapasitas 2,4 MW di Sumatera Utara, mengubah limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi terbarukan. Hasilnya, emisi CO2 terkurangi sekitar 265 ribu tCO2e, setara dengan emisi 30 ribu mobil bensin.
Program Kolaborasi dan Inovasi Lingkungan
Bank Mandiri juga mendorong gaya hidup berkelanjutan dengan berbagai inisiatif, seperti penawaran kendaraan listrik melalui Livin’ Auto, kartu debit dari bahan Recycled PVC, dan produk e-money Livin’ Eco Green khusus Hari Bumi di platform Livin’ Sukha. Selain itu, bank aktif bekerja sama dengan otoritas dan pihak terkait lewat forum seperti FGD, roundtable, serta pilot program, termasuk pengembangan skema pembiayaan di sektor waste-to-energy.
Keterlibatan Pegawai dalam Penerapan ESG
Dalam internal perusahaan, Bank Mandiri mendorong pegawai untuk terlibat aktif dalam program keberlanjutan. Sebagai contoh, pada 11–19 April 2026, bank meluncurkan kompetisi penanaman pohon berbasis digital melalui fitur Livin’ Planet. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman pegawai tentang peran individu dalam menerapkan ESG di lingkungan kerja. Lebih dari 500 pegawai turut serta, dengan total penanaman 800 pohon bakau merah di Tangerang, Banten.
Komitmen Menuju Net Zero Operation 2030
Bank Mandiri secara konsisten menurunkan emisi operasional hingga 32% dari baseline tahun 2019, sebagai bagian dari target Net Zero Operation 2030. Upaya ini mencakup optimalisasi bangunan hijau dan penggunaan kendaraan listrik, serta berbagai inisiatif lain yang mendukung penurunan emisi secara berkelanjutan.