Key Discussion: Bulog tarik stok beras siaga di bandara menyusul Sumatera membaik

Bulog tarik stok beras siaga di bandara menyusul Sumatera membaik

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa semua stok beras yang disimpan di sejumlah bandara dan pelabuhan telah dibawa kembali ke gudang. Keputusan ini diambil setelah kondisi distribusi pangan di wilayah Sumatera kembali stabil setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November hingga Desember 2025.

Pemulihan Pasca-Bencana Banjir Sumatera

Dalam wawancara setelah rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis, Rizal menjelaskan bahwa stok beras darurat sebelumnya disiapkan minimal 30 ton per bandara. Kini, stok tersebut tidak lagi diperlukan karena distribusi pangan sudah berjalan normal.

“Sudah ditarik semua (kembali) ke gudang-gudang. Yang tadinya di tiap bandara kami stok-kan (minimal) 30 ton, ini sudah kami tarik karena sudah normal sekarang,” ujar Rizal.

Langkah penarikan dilakukan sebagai respons kondisi wilayah terdampak bencana yang mulai stabil. Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi tanpa ketergantungan pada stok darurat di titik transportasi utama. Wilayah seperti Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang sempat sulit diakses melalui jalur darat akibat banjir, kini telah pulih.

Sebelumnya, Bulog menyiapkan stok beras darurat hingga 50 ton per hari di setiap bandara Sumatera untuk mengantisipasi situasi darurat. Penyediaan ini bertujuan memastikan bantuan pangan bisa dikirimkan secara cepat ke daerah terkena bencana. Namun, dengan adanya peningkatan akses jalur darat dan pengurangan kebutuhan mendadak, stok darurat di bandara tidak lagi diperlukan.

Langkah Siaga di Wilayah Terdampak

Di samping jalur udara, Bulog juga memastikan distribusi bantuan melalui laut tetap beroperasi. Stok beras siaga di pelabuhan wilayah yang terkena bencana disiapkan untuk mempercepat pengiriman bantuan jika diperlukan. Seluruh gudang beras dioperasikan siaga 24 jam guna mendukung proses distribusi.

Kebijakan siaga stok beras dilakukan selama masa tanggap darurat. Namun, Rizal menegaskan bahwa kebutuhan logistik di daerah bencana kini telah terpenuhi secara memadai, termasuk beras, minyak, gula, dan kebutuhan lainnya.

“Jadi insya Allah sampai sekarang untuk kebutuhan logistik di daerah bencana cukup terpenuhi baik beras, minyak, gula, dan lain sebagainya. Dan bahkan sudah landai sekarang. Tidak ada lagi masyarakat kayak kemarin kan sempat di Aceh Tengah itu sempat ada panic buying kan. Nah, sekarang sudah nggak ada lagi, sudah aman,” tambah Rizal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *