Latest Update: ASEAN desak Myanmar bebaskan Aung San Suu Kyi
ASEAN Minta Myanmar Bebaskan Aung San Suu Kyi dan Tahanan Politik Lainnya
Manila, Filipina, menjadi perwakilan ASEAN 2026 yang secara aktif mendorong Myanmar untuk melepaskan Aung San Suu Kyi serta tahanan politik lainnya dalam rangka pemberian amnesti nasional. Dalam pernyataan Jumat, Ketua ASEAN menyatakan dukungan terhadap penghapusan U Win Myint dari penjara sebagai langkah positif menuju dialog politik yang melibatkan semua pihak. “Kami juga menyerukan pembebasan tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Aung San Suu Kyi, sebagai bagian dari proses rekonsiliasi yang sejati dan bertujuan menciptakan perdamaian,” tulis pernyataan tersebut dalam
sebuah kutipan
. U Win Myint, mantan presiden Myanmar, dan Aung San Suu Kyi, mantan penasihat negara, ditempatkan dalam tahanan setelah kudeta pada Februari 2021.
Komitmen ASEAN Terhadap Solusi Politik
ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk memfasilitasi resolusi damai dan berkelanjutan terkait krisis politik di Myanmar. Proses ini diharapkan dipimpin oleh pemerintah setempat dan sesuai dengan Konsensus Lima Poin (5PC). Pemimpin organisasi tersebut juga memastikan bahwa Myanmar tetap diakui sebagai anggota integral ASEAN, dengan 5PC tetap menjadi pedoman utama dalam mengatasi situasi yang terjadi.
Sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas di Myanmar, ASEAN meminta penghentian segala bentuk konflik dan permusuhan, serta meminta semua pihak untuk bersikap tenang guna menjaga keselamatan warga sipil. Selain itu, mereka menekankan pentingnya kondisi yang memudahkan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak. Pernyataan serupa juga disampaikan terkait amnesti yang diberikan kepada warga negara Asia Tenggara, dengan harapan mereka dapat kembali ke negara asalnya secara aman.
Pemberian Amnesti di Tahun Baru Myanmar
Dalam rangka perayaan Tahun Baru, otoritas Myanmar mengumumkan pembebasan amnesti bagi 4.335 tahanan. Pemegang keketuaan ASEAN 2026 mengapresiasi langkah tersebut dan berharap akan menjadi titik awal bagi perbaikan hubungan serta pemulihan situasi di negara tersebut. Harapan serupa juga ditujukan kepada tahanan yang belum dibebaskan, terutama korban perdagangan manusia dan kejahatan lintas batas yang lain.