Special Plan: Pertamina: Pemberdayaan UMKM jadi strategi ciptakan keberlanjutan

Pertamina: Pemberdayaan UMKM jadi strategi ciptakan keberlanjutan

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui berbagai inisiatif menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak berkelanjutan. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu, menyatakan bahwa Pertamina berkomitmen terus mendukung UMKM agar menjadi lebih tangguh, adaptif, dan kompetitif, sehingga bisa berkembang serta menembus pasar yang lebih luas, termasuk internasional.

Rudi Ariffianto, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan UMKM Pertamina, dalam sambutan pembukaannya saat webinar pada Rabu (22/4), menyoroti tantangan ekonomi global yang saat ini menghadang UMKM, termasuk kenaikan biaya produksi yang memengaruhi daya jual mereka. “UMKM kini sedang diuji ketahanannya. Namun, indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup positif. Daya tahan yang kuat harus diimbangi dengan inovasi dan semangat kerja keras agar UMKM bisa membuka peluang pasar baru serta terus meningkatkan kompetensinya,” tambah Rudi.

“Ajang dalam rangka memperingati Hari Kartini ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas di tengah dinamika global,” kata Baron.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara, Nilamsari Sahadewa, pendiri Kebab Turki Baba Rafi, yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan bisnis dari skala gerobak hingga menembus pasar internasional. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, budaya kerja yang baik, serta kesiapan sumber daya untuk menghadapi pertumbuhan usaha, termasuk strategi membangun merek dan menghadapi krisis.

Sejalan dengan itu, Pertamina melalui 30 Rumah BUMN telah membangun hubungan dengan sebanyak 15.884 UMKM. Dalam periode Januari-Maret 2026, perusahaan mencatatkan 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal yang diselenggarakan sebagai bentuk dukungan.

“Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” kata Baron menjelaskan.

Perayaan Hari Kartini, menurut Baron, juga menjadi momen untuk mengingatkan bahwa semangat perjuangan, inovasi, dan ketangguhan harus tetap hidup dalam diri pelaku UMKM Indonesia agar bisa melangkah lebih jauh dan memasukkan produk lokal ke panggung dunia. Selain itu, perayaan ini menekankan pentingnya penggunaan energi secara bijak, terutama di tengah tekanan biaya dan perubahan dinamika global. Efisiensi dan pemanfaatan energi berkelanjutan, kata Baron, bukan hanya untuk mengurangi pengeluaran, tetapi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing serta nilai tambah UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *