Trump Tambah Metode Hukuman Mati AS: Tembak Mati dan Sengatan Listrik

Trump Tambah Metode Hukuman Mati AS: Tembak Mati dan Sengatan Listrik

Departemen Kehakiman AS Berupaya Perluas Pilihan Eksekusi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan penambahan metode baru ke dalam prosedur hukuman mati federal. Selain suntik mati, nantinya eksekusi bisa dilakukan dengan cara lain seperti regu tembak, kursi listrik, dan paparan gas beracun. Laporan dari Departemen Kehakiman AS, yang memenuhi janji Trump, menunjukkan rencana ini dilakukan untuk memperkuat penerapan hukuman mati di tingkat nasional.

“Moratorium yang diberlakukan pemerintahan sebelumnya telah melemahkan hukuman mati federal dan menimpa keluarga serta komunitas korban,” tulis Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche dalam laporan tersebut.

Bidang Kehakiman AS kini mendorong perubahan protokol eksekusi untuk mengakomodasi metode tambahan. Blanche meminta Biro Penjara untuk mengadaptasi prosedur, memungkinkan eksekusi dilakukan jika obat suntik tidak tersedia. Metode alternatif ini diatur berdasarkan konstitusi dan peraturan negara bagian tertentu.

Trump Membatalkan Larangan Eksekusi Federal

Selama masa jabatan pertamanya, Trump melanjutkan penerapan hukuman mati setelah jeda 20 tahun. Dalam periode tersebut, 13 tahanan dieksekusi dengan suntik mati, jauh lebih banyak dibanding 3 eksekusi dalam 50 tahun terakhir. Setelah kembali menjabat tahun lalu, Trump mencabut moratorium yang diterapkan oleh pemerintahan Joe Biden.

Saat ini, Departemen Kehakiman AS sedang mempersiapkan penjatuhan hukuman mati terhadap lebih dari 40 terdakwa di seluruh negeri. Namun, proses pengadilan masih berlangsung, dengan setiap kasus bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Metode Suntik Mati Dianggap Berisiko

Amerika Serikat tetap menjadi salah satu negara Barat yang menggunakan hukuman mati, meski banyak warga menentangnya. Hingga kini, metode suntik mati tetap dominan, tetapi dinyatakan memiliki risiko kegagalan tinggi. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan obat yang membatasi efektivitasnya.

Beberapa perusahaan farmasi menolak menjual obat-obatan untuk eksekusi karena mengikuti larangan Uni Eropa. Akibatnya, penjara AS harus mencari apotek khusus untuk meracik obat yang diperlukan dalam prosedur hukuman mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *