Special Plan: DSSA perkuat peran dukung transisi energi dan konektivitas digital RI

DSSA perkuat peran dukung transisi energi dan konektivitas digital RI

Jakarta, DSSA, perusahaan yang bergerak di bidang energi dan teknologi, menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi serta akses digital yang merata di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara infrastruktur digital dan pengembangan energi berkelanjutan. Perusahaan memastikan komitmen ini diwujudkan melalui tiga langkah utama: penguatan adopsi energi baru dan terbarukan (EBT), transformasi praktik pertambangan yang ramah lingkungan, dan pemerataan akses informasi melalui solusi berbasis AI.

Operational Excellence dalam EBT

“Kami terus memperkuat operational excellence melalui penerapan metode yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” tutur Lokita Prasetya, Wakil Presiden Direktur DSSA. Ini mencakup peningkatan efisiensi operasional, penggunaan energi secara optimal, digitalisasi proses, serta pengurangan emisi dan limbah secara terukur. Dalam pertambangan, perusahaan telah menerapkan elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB), yang mengurangi biaya produksi sekaligus mendorong inovasi dalam mining hijau.

Kemitraan untuk Konektivitas Digital

“Guna memperkuat kapabilitas teknis, DSSA menjalin kerja sama strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia, anak usaha Energy Development Corporation (EDC),” kata Lokita. Sementara itu, perusahaan juga memperluas bisnis di bidang teknologi digital melalui kemitraan dengan iFLYTEK. Kemitraan ini bertujuan mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di sektor industri seperti kesehatan, pendidikan, serta telekomunikasi.

Perseroan saat ini mengoperasikan jaringan fiber optik sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Penguatan infrastruktur juga didukung oleh pengembangan 24 pusat data edge di 23 pasar strategis, mulai dari Medan hingga Manado, untuk memastikan latensi rendah dalam pemrosesan informasi.

Proyek Strategis dan Peluang Pasar

DSSA tengah menyiapkan Flagship Hub Jakarta SMX01, fasilitas Tier-IV yang siap untuk AI, berkapasitas 18 MW. Fasilitas ini akan mulai beroperasi di semester II 2026. Direktur perusahaan, David Audy, mengungkapkan bahwa adopsi AI di masa depan akan didukung oleh dua fondasi utama: pasokan energi yang andal dan infrastruktur digital yang merata. “DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan energi saat ini, sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah emisi seperti geothermal,” jelas David.

Pertumbuhan Pasar Digital

Menurut CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman, permintaan data dan konektivitas menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis digital DSSA. “Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan akses digital dengan mengatasi kesenjangan dan menyediakan solusi AI yang mudah digunakan,” ujarnya. Dengan basis masyarakat yang belum terlayani internet mencapai 50 juta orang, serta potensi pasar telekomunikasi nasional hingga 29 miliar dolar AS, DSSA optimis menemukan strategi yang efektif untuk memperkuat keberlanjutan digital Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *