Latest Program: PAM Jaya dan komunitas warga sosialisasikan agar tak gunakan air tanah
PAM Jaya dan Komunitas Warga Sosialisasikan Penggunaan Air Perpipaan
Jakarta, Sabtu — Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA) bekerja sama dengan PAM Jaya mengadakan sosialisasi di Asrama Navigasi, RW 16 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Acara ini bertujuan mempercepat transisi dari penggunaan air tanah ke sistem perpipaan. “Penggunaan air tanah secara terus-menerus berdampak serius pada kesehatan dan keselamatan kota,” ujar Rachman Susanto Batjo, seorang pemerhati lingkungan, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.
Kemerosotan Wilayah Jakarta
Rachman menekankan bahwa penurunan muka tanah di Jakarta mencapai 5-10 sentimeter per tahun, bahkan tercatat hingga 15 sentimeter di beberapa titik. “Jika tidak dihentikan segera, ancaman Jakarta tenggelam pada 2050 bukan sekadar prediksi, melainkan realita yang semakin mendekat,” tambahnya.
“Ketika air tanah terus ditarik, lapisan tanah akan mengalami kerusakan dan memungkinkan air laut masuk, menyebabkan air tanah menjadi payau atau asin,” jelas Rachman.
Kondisi ini juga memperparah erosi, korosi struktur bangunan, serta meningkatkan risiko banjir rob akibat penurunan permukaan tanah. Sebagai respons, pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk membatasi penggunaan air tanah di DKI Jakarta. Saat ini, 82 persen wilayah ibu kota sudah terjangkau jaringan pipa PAM Jaya. Namun, target perusahaan adalah mencapai 100 persen akses air bersih bagi seluruh masyarakat.
Penyederhanaan Prosedur Berlangganan
Senior Manager Corporate & Customer Communication PT PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mempermudah birokrasi penggunaan air perpipaan. “Kami terus berinovasi agar layanan air bersih bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat dengan proses yang efisien,” katanya.
Menurut Gatra, upaya ini bagian dari langkah berkelanjutan PAM Jaya untuk mendekatkan diri kepada pelanggan. “Kami menyediakan sosialisasi langsung, menjelaskan cara pendaftaran, serta menerima masukan langsung dari warga,” tambahnya. Ia menambahkan, pendengaran langsung dari masyarakat diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan dan mewujudkan kedaulatan air bersih bagi seluruh penduduk DKI Jakarta.
“Program sambungan gratis juga tersedia untuk rumah tangga sederhana dan fasilitas sosial dengan persyaratan yang sederhana,” kata Gatra.