Solving Problems: Dokter Ungkap Gejala Kanker Paru yang Sering Diabaikan Orang

Dokter Ungkap Gejala Kanker Paru yang Sering Diabaikan Orang

Jakarta, 2 April 2026

Menurut dokter spesialis onkologi, David Yashar, batuk yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu bisa menjadi tanda awal penyakit serius, seperti kanker paru-paru. Meski sering dianggap remeh, gejala ini perlu mendapat perhatian lebih.

“Jika batuk terus berlangsung tanpa perbaikan meski sudah diberi obat atau antibiotik, segera konsultasi ke dokter,” katanya, seperti dilansir Prevention, Kamis (2/4/2026).

Kanker paru dikenal sebagai penyebab kematian terbanyak dari segala jenis kanker, bahkan melebihi gabungan kanker prostat, payudara, dan usus besar setiap tahunnya. American Cancer Society menekankan bahwa kondisi ini sering terlewatkan karena gejalanya tidak selalu jelas pada tahap awal.

Dokter paru Jimmy Johannes menambahkan, kanker paru bisa muncul tanpa tanda-tanda nyata. Hal ini menyebabkan banyak kasus baru terdeteksi saat kondisi sudah memburuk. Gejala lain yang perlu diwaspadai mencakup batuk berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri dada, dan kesulitan bernapas.

Akan tetapi, gejala-gejala tersebut juga bisa terjadi karena kondisi medis lain. Sebagian besar pasien kanker paru berusia di atas 65 tahun, dengan faktor risiko utama tetap berasal dari kebiasaan merokok. Kebiasaan ini meningkatkan risiko hingga 30 kali lipat.

Dalam hal paparan berbahaya, radon—gas alami tak berwarna dan tak berbau—juga menjadi penyebab utama, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Dokter menyarankan tidak menunda pemeriksaan jika gejala terus-menerus muncul, terutama bagi perokok.

Untuk menegaskan diagnosis, biasanya diperlukan pemeriksaan seperti rontgen dada atau CT scan. Deteksi dini menjadi faktor kritis, karena semakin dini kanker paru ditemukan, semakin tinggi peluang pengobatan yang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *