Key Issue: Pemudik Macet Panjang di Tol MBZ, Pemerintah Mau Rombak Rest Area

Pemudik Macet Panjang di Tol MBZ, Pemerintah Fokus Perbaikan Rest Area

Arus mudik memicu ketegangan di jalan raya, khususnya di ruas jalan layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan jalur Trans Jawa. Pemerintah mengungkapkan bahwa salah satu area rawan kemacetan berada di sekitar rest area, yang kapasitasnya tidak cukup saat lonjakan kendaraan terjadi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo menyatakan, rest area di KM 57 dan KM 62 akan menjadi prioritas dalam upaya penanganan.

“Kedua titik tersebut akan dievaluasi bersama operator jalan tol. Jasa Marga akan membentuk tim untuk merenovasi, merestrukturisasi, atau memperluas rest area agar masalah kemacetan di sana bisa diminimalkan sebelum libur Nataru 2026,” jelas Dody.

Coordinasi intensif terus dilakukan antara pihak swasta dan pemerintah, termasuk dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas rest area di seluruh sepanjang Trans Jawa. Salah satu langkah adalah mengubah rest area tipe B menjadi tipe A untuk meningkatkan kapasitas layanan.

“Kita sedang berupaya agar rest area tipe B bisa naik ke kelas A, tetapi tantangannya besar karena kebutuhan tinggi hanya terjadi saat musim liburan, sehingga investor masih mempertimbangkan,” tambahnya.

Penanganan Sementara dengan Rest Area Fungsional

Sebagai solusi sementara, pemerintah telah mengoperasikan beberapa rest area fungsional untuk mengatasi kepadatan pada puncak arus mudik dan balik. Jumlahnya mencapai 15 titik, meskipun dinilai masih kurang. Dody menegaskan bahwa langkah ini akan dilanjutkan dengan penambahan rest area seiring dorongan kepada swasta untuk meningkatkan kapasitas.

Data Operasional Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan bahwa durasi perjalanan selama periode mudik tetap dalam rentang terkendali. Direktur Operasi perusahaan tersebut, Fitri Wiyanti, merinci hasil pemantauan di beberapa segmen utama. “Durasi dari Cawang ke Banyumanik saat arus mudik mencapai 5 jam 46 menit, sedangkan saat arus balik H+3 hanya 5 jam 12 menit,” ungkap Fitri.

“Data transaksi kartu tol menunjukkan rata-rata perjalanan sekitar 7,4 jam, dengan median 6,6 jam. Angka ini selaras dengan observasi langsung,” lanjutnya.

Di ruas MBZ, kepadatan terparah terjadi pada dini hari, tetapi waktu tempuh keseluruhan segmen tetap di bawah tiga jam. “Waktu tempuh paling padat di jam 00.00–06.00 adalah 2 jam 56 menit. Dari Cikunir ke TIP 57 membutuhkan 2 jam 42 menit, sementara dari TIP 57 ke Cikampek hanya 14 menit,” jelas Fitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *