Special Plan: Potret Tetangga RI Gelar Sensus Besar-Besaran, 3 Juta Petugas Terjun
Potret Tetangga RI Gelar Sensus Besar-Besaran, 3 Juta Petugas Terjun
India resmi meluncurkan sensus penduduk setelah delapan tahun penundaan, yang sebelumnya ditetapkan pada 2021. Proses ini dilakukan dalam dua tahap, mulai dari hari Rabu (1/4/2026), dengan pendaftaran online dibuka secara terbatas untuk masyarakat. (REUTERS/Niharika Kulkarni/File Foto)
Sensus akan melibatkan lebih dari 3 juta petugas yang tersebar di seluruh 36 negara bagian dan wilayah federal, termasuk ribuan sub-distrik, kota resmi, serta sekitar 639.902 desa. Pemerintah menjelaskan, survei fisik pertama akan mencatat kondisi rumah dan perumahan, sedangkan tahap kedua fokus pada penduduk beserta parameter ekonomi dan sosial. (REUTERS/Niharika Kulkarni/File Foto)
Dengan populasi mencapai lebih dari 1,4 miliar orang, India kini menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Menurut data UNFPA, angka ini telah diunggulkan dari Tiongkok sejak 2023. Meski demikian, analis menyebut usia muda penduduk India menjadi keuntungan, karena berpotensi meningkatkan tenaga kerja berkualitas. (REUTERS/Avijit Ghosh)
Data sensus yang akurat dinilai vital untuk membantu perencanaan kebijakan dan pembangunan infrastruktur. (REUTERS/Sahiba Chawdhary) Ekonom dan pendiri Nikore Associates, Mitali Nikore, menekankan bahwa sensus akan menjadi acuan penting dalam menentukan lokasi investasi yang strategis, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
Menurutnya, data yang tepat akan menjadi kunci dalam menjamin pertumbuhan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
(REUTERS/Amit Dave)
Selain mengumpulkan informasi demografi, sensus juga mencakup data kasta yang masih relevan dalam kehidupan sosial dan politik India. Sistem kasta yang telah berlangsung ribuan tahun memengaruhi kebijakan kuota pendidikan dan pekerjaan. Sensus terakhir pada 2011 belum sepenuhnya diterbitkan karena kekhawatiran akurasi, sementara pemerintah memperkirakan sensus kali ini akan selesai pada Maret 2027, dengan sebagian hasil digital dirilis lebih dulu. (REUTERS/Francis Mascarenhas/File Foto)