Solution For: 7 Makanan Bisa Bikin Umur Panjang, Sudah Terbukti Ilmiah
7 Makanan Bisa Bikin Umur Panjang, Sudah Terbukti Ilmiah
Jakarta, CNBC Indonesia – Proses penuaan adalah hal alami yang tak bisa dihindari. Namun, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk memperpanjang usia secara sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan tertentu. Menurut studi dari Eat This Not That, penuaan seseorang tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik. Pola makan ternyata menjadi salah satu penentu utama, karena memengaruhi kondisi tubuh secara signifikan.
“Kuncinya adalah menghindari makanan olahan yang mengandung lemak, gula, dan natrium tidak sehat, serta bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan,” jelas dr. Anant Vinjamoori, kepala petugas medis Modern Age.
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti almond, kacang tanah, hazelnut, dan pistachio, dikenal sebagai makanan bergizi yang bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang. Penelitian dari Predimed, sebuah percobaan nutrisi jangka panjang, menunjukkan bahwa konsumsi makanan Mediterania yang dilengkapi kacang-kacangan campuran dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan individu yang mengadopsi diet rendah lemak.
Dalam studi tersebut, kelompok yang mengonsumsi kacang-kacangan memiliki risiko kematian 39 persen lebih kecil. “Lemak tak jenuh, serat, antioksidan, serta vitamin dan mineral dalam kacang-kacangan secara kolektif meningkatkan kesehatan jantung, membantu mengelola berat badan, dan mendukung usia yang lebih panjang,” tambah dr. Vinjamoori.
2. Kunyit
Kunyit, bahan makanan yang kaya kurkumin, merupakan senyawa bioaktif dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat. Efek anti-inflamasi kurkumin bisa mengurangi peradangan kronis, yang sering terjadi saat penuaan.
Studi pada 2022 yang dipublikasikan di Cells menunjukkan bahwa kurkumin juga berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung, menurut dr. Vinjamoori.
3. Minyak Zaitun
Menurut penelitian dalam Journal of American College of Cardiology, konsumsi minyak zaitun lebih dari setengah sendok makan per hari berhubungan dengan penurunan risiko kematian hingga 19 persen. Dalam studi yang sama, orang yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko 29 persen lebih rendah mengalami penyakit neurodegeneratif, 19 persen lebih kecil menderita penyakit jantung, dan 17 persen lebih kecil meninggal karena kanker.
Minyak zaitun disebutkan tujuh kali dalam Al-Qur’an. Dalam Surat Al Mu’minun ayat 20, buah zaitun dijelaskan sebagai pohon yang tumbuh di Gunung Sinai, menyediakan minyak dan bumbu untuk konsumsi manusia.
4. Teh Hijau
Dokter Vinjamoori menyebutkan bahwa teh hijau memiliki manfaat antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-kanker. Studi 2022 menemukan bahwa quercetin dalam teh hijau dapat menghilangkan sel-sel yang menua, yaitu sel senescence.
Quercetin ini juga aktif mengaktifkan gen SIRT1, yang terkait dengan umur panjang dan pengaturan kalori. Selain itu, gen tersebut meningkatkan kemampuan tubuh memperbaiki DNA, berpotensi memperlambat penuaan.
5. Bawang
Bawang, menurut dr. Vinjamoori, adalah sumber quercetin yang baik. Studi Molecules 2022 menegaskan bahwa bawang bisa melindungi dari proses penuaan. Sementara itu, penelitian di Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition pada 2021 menyatakan bahwa bawang kaya quercetin bisa meningkatkan fungsi kognitif.
6. Biji-bijian Utuh
Studi dari Circulation 2016 menunjukkan bahwa makan sekitar 2,4 ons biji-bijian utuh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian. Biji-bijian ini juga memberikan nutrisi penting yang mendukung metabolisme dan kesehatan tubuh secara umum.
7. Buah Beri
Buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan blackberry, kaya akan antioksidan yang mencegah kerusakan sel. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah beri secara rutin bisa memperpanjang usia dan mengurangi risiko penyakit degeneratif.