Key Strategy: Misbakhun: Jangan Bandingkan RI dengan Thailand-Filipina soal BBM
Misbakhun: Jangan Bandingkan RI dengan Thailand-Filipina soal BBM
Dalam wawancara bersama Rully Kurniawan, Mukhamad Misbakhun, anggota Komisi XI DPR RI, mengatakan keputusan pemerintah RI yang tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selama perang AS-Israel-Iran tidak bisa dibandingkan dengan kebijakan Thailand dan Filipina yang justru memilih kenaikan harga. Menurutnya, dua negara tersebut, meski terletak di kawasan Asia Tenggara, tidak memiliki kekayaan sumber daya alam seperti Indonesia.
“Jangan bandingkan Indonesia dengan Thailand dan Filipina. Mereka tidak punya resources (sumber daya alam) sebagus Indonesia,” ujarnya, Kamis (2/4).
Misbakhun menekankan bahwa Indonesia memiliki berbagai komoditas seperti batubara, minyak kelapa sawit, nikel, aluminium, tembaga, serta produk pertanian seperti karet dan kopi. Dengan kekayaan ini, ia berpendapat negara memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar. Dalam wawancara, ia menjelaskan bahwa sepanjang sejarah, kenaikan harga minyak mentah global cenderung memberikan dampak positif terhadap komoditas lainnya.
Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi pendapatan tambahan (windfall revenue) yang signifikan. Ia berharap pemerintah mampu menghitung secara akurat kenaikan harga batubara, emas, tembaga, nikel, serta minyak kelapa sawit di pasar internasional. Dengan demikian, pendapatan dari perpajakan akan menjadi kompensasi yang menguntungkan.
Misbakhun memprediksi bahwa Thailand dan Filipina akan menghadapi tekanan lebih besar jika harus meningkatkan harga BBM. Ia menyatakan keduanya tidak mampu menyesuaikan kebijakan mereka dengan mempertimbangkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.