New Policy: Perusahaan Ini Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Muhammad, Bukan di Arab

Kongo Gumi, Perusahaan Konstruksi Tua yang Berdiri Bersamaan dengan Masa Kecil Nabi Muhammad

Kongo Gumi, perusahaan konstruksi yang berusia lebih dari 14 abad, adalah salah satu contoh bisnis lama di Jepang yang tetap bertahan hingga saat ini. Meski terletak di Osaka, bukan di Arab, sejarahnya terkait erat dengan masa awal agama Buddhisme di Jepang. Perusahaan ini berdiri pada 578 Masehi, sekitar 1448 tahun lalu, dan menjadi salah satu dari bisnis tertua di dunia.

Awal Munculnya Kongō Gumi dalam Perjalanan Budaya Jepang

Kongo Gumi didirikan oleh keluarga perajin kayu dari Korea yang berkontribusi dalam membangun kuil Buddha. Salah satu proyek ikoniknya adalah kuil Shitenno-ji yang dibangun pada 607 Masehi. Selama periode Asuka (592–710 Masehi), Buddhisme menjadi agama dominan di Jepang, yang meningkatkan permintaan pembangunan tempat ibadah. Dalam masa ini, Nabi Muhammad SAW masih berusia delapan tahun.

“Kongo Gumi memposisikan bisnisnya sebagai spesialis konstruksi bangunan religius, model yang bertahan selama berabad-abad hingga Islam menjadi agama terbesar di dunia.”

Pertahanan dan Adaptasi Bisnis yang Berusia Ribu Tahun

Bertahan lebih dari 14 abad bukan kebetulan. Kombinasi nilai budaya, kepercayaan, serta kebijakan pemerintah Jepang berperan besar dalam mempertahankan eksistensinya. Pemerintah aktif menjaga pelestarian kuil dan situs sejarah, yang secara tidak langsung menopang permintaan konstruksi tradisional. Selain itu, Kongo Gumi terus mengadaptasi diri, seperti saat menerima dukungan dari Takamatsu Corp. pada 2000-an untuk mengatasi tekanan finansial.

Warisan Teknik dan Model Bisnis Keluarga

Kongo Gumi mengandalkan teknik pengerjaan kayu tradisional, seperti menyambung tanpa menggunakan paku. Model bisnis keluarga juga menjadi fondasi utamanya, dengan keputusan strategis yang dipilih berdasarkan kompetensi. Meski diwariskan secara generasi, perusahaan tetap menjaga kualitas dan reputasi sebagai spesialis kuil. Pada 2006, perusahaan resmi menjadi anak perusahaan Takamatsu Corp., tetapi masih mempertahankan nama, tradisi, serta spesialisasi awalnya.

Saat ini, Kongo Gumi mempekerjakan sekitar 100 miyadaiku—tukang kayu tradisional yang terus menghidupkan keahlian bersejarah perusahaan. Dari era feodal hingga ekonomi modern, bisnis ini tetap menjadi simbol ketahanan budaya dan inovasi di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *