Special Plan: Album Hindia “Menari dengan Bayangan” dijadikan film layar lebar
Adaptasi Album Debut Hindia Dibuat Jadi Film Layar Lebar
Jakarta – Baskara Putra, seorang musisi yang dikenal dengan nama Hindia, mengungkapkan rencana mengadaptasi album pertamanya, “Menari dengan Bayangan”, menjadi film layar lebar. Sebagai produser eksekutif, Baskara menyampaikan pengumuman tersebut melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat. “Menjadi film layar lebar menandai langkah baru dalam perjalanan ‘Menari dengan Bayangan’ yang kini akan dihadirkan dalam bentuk yang berbeda melalui kemitraan dengan Palari Films,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Palari Films
Album Hindia yang dirilis pada 2019 ini mencuri perhatian dengan lagu-lagunya yang populer, termasuk “Rumah ke Rumah”. Film adaptainya akan dipimpin oleh sutradara Edwin, yang sebelumnya pernah menggarap karya seperti “Posesif” (2017) dengan pemain Adipati Dolken dan Putri Marino. Edwin serta produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, yang juga mendirikan Palari Films, akan mengembangkan proyek ini.
Sutradara yang telah memenangkan Piala Citra Festival Film Indonesia 2017 ini memiliki visi menorehkan 10 karya selama 10 tahun ke depan. Rencananya, Palari Films akan menghasilkan berbagai bentuk karya, seperti film, serial, dan antologi pendek, yang diharapkan terus mendapat apresiasi dari penonton lokal, ajang penghargaan FFI, serta dunia internasional.
“Bagi saya, Palari Films adalah salah satu rumah produksi yang mampu menciptakan karya-karya yang selalu inovatif, relevan, dan membicarakan apa yang tengah terjadi di masyarakat,” kata Baskara.
Film pertama Edwin yang dibuat dalam kapasitas Palari Films, “Aruna dan Lidahnya” (2018), mendapat pengakuan kritis. Karya itu memenangkan Piala Citra FFI 2018 untuk kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Titien Wattimena) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Nicholas Saputra). Selain itu, film tersebut juga ditayangkan di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2019 dalam program Culinary Cinema.
Karya ketiga Palari Films yang disutradarai Edwin, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (2021), membawa prestasi terbaik. Film ini meraih penghargaan utama “Golden Leopard” di Locarno International Film Festival, yang merupakan salah satu festival film tertua di dunia. Karya tersebut juga tampil di beberapa festival internasional, seperti Toronto International Film Festival (TIFF) dan Busan International Film Festival (BIFF).