Latest Program: China Makin Ganas Bakar Uang Saat Amerika Sibuk Perang di Iran

China Makin Ganas Bakar Uang Saat Amerika Sibuk Perang di Iran

Saat Amerika Serikat (AS) tengah fokus pada konflik militer di Timur Tengah, China justru meningkatkan pendanaan untuk startup melalui modal ventura (VC). Hal ini diproyeksi mencetak rekor baru dalam kuartal pertama (Q1) 2026. Dengan data industri yang menunjukkan kenaikan signifikan, komitmen dana baru ke dana VC mencapai 86 miliar yuan dalam dua bulan awal tahun ini, melebihi rekor sebelumnya 68,9 miliar yuan pada kuartal III-2021.

Pertumbuhan Dana VC di Tahun 2026

Perubahan ini mencerminkan strategi Beijing yang mengarahkan sumber daya ke sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan komputasi kuantum. Reuters melaporkan bahwa sebagian besar pendanaan saat ini didominasi oleh negara, dengan hampir seluruh investor utama berasal dari pemerintah maupun perusahaan milik negara. Ini menandai pergeseran besar dalam ekosistem startup Tiongkok.

“Di industri VC Tiongkok, peran pemerintah semakin menguat sementara modal swasta mulai mundur,” ujar Abraham Zhang, ketua China Europe Capital, menurut laporan Reuters, Kamis (2/4/2026).

Data bulan Februari menunjukkan bahwa sepuluh investor terbesar di sektor VC sepenuhnya didukung oleh pemerintah, dengan total investasi mencapai 33 miliar yuan atau hampir setengah dari pendanaan keseluruhan bulan itu. Selain itu, pemerintah Tiongkok terus memperkuat sistem pembiayaan melalui dana VC nasional yang diluncurkan di akhir 2025. Dana tersebut bernilai miliaran dolar dan ditujukan untuk teknologi strategis seperti antarmuka otak-komputer dan komputasi kuantum.

“Komitmen pemerintah untuk menggandakan investasi di bidang ini juga mencakup perluasan pendanaan tahap awal bagi startup,” tambah Perdana Menteri Li Qiang.

Di sisi lain, beberapa investor memperingatkan bahwa dominasi pemerintah dalam pendanaan VC bisa menyebabkan distorsi alokasi modal serta risiko terbentuknya gelembung valuasi. William Xin, ketua Spring Mountain Pu Jiang Investment Management, mengatakan, “Terlalu banyak uang dari pemerintah tidak sehat.”

“Bias kebijakan bisa mengarahkan dana hanya ke sektor tertentu, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bubble atau gelembung,” jelas Xin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *