New Policy: Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat di Tengah Perang

Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat di Tengah Perang

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, dikabarkan mengakhiri masa jabatan Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George, pada Kamis (waktu setempat). Langkah ini memperkuat tren perubahan besar yang terjadi di lingkaran tertinggi Pentagon dalam beberapa bulan terakhir. Tiga sumber dari Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari inisiatif Hegseth untuk memperbarui sistem kepemimpinan militer.

Pemecatan seorang jenderal aktif selama masa perang dianggap sebagai tindakan yang langka dalam sejarah militer AS. Pentagon mengonfirmasi bahwa George akan “pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera.” Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi George selama puluhan tahun dan mengucapkan selamat atas masa pensiunnya.

Pemecatan ini menambah daftar perubahan besar di lapisan tertinggi Pentagon. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah posisi strategis juga mengalami pergantian, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya, C.Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.

Sejumlah anggota jajaran pimpinan Angkatan Darat mengatakan mereka baru mengetahui keputusan pemecatan setelah pengumuman publik. Selain George, dua pejabat lain yang diberhentikan adalah Jenderal David Hodne, kepala Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat, serta Mayor Jenderal William Green, yang memimpin Korps Chaplain Angkatan Darat.

Keputusan tersebut diambil di tengah peningkatan intensitas operasi militer AS di Timur Tengah, khususnya dalam perang melawan Iran. Meski serangan utama dilakukan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Angkatan Darat tetap berperan krusial, termasuk dalam pengelolaan sistem pertahanan udara. Laporan menyebutkan bahwa ribuan prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat, mulai diterjunkan ke kawasan tersebut, yang menunjukkan potensi keterlibatan dalam operasi darat.

Angkatan Darat, sebagai cabang militer terbesar AS, memiliki sekitar 450.000 prajurit aktif. Kejadian ini menjadi indikator kecil mengenai dinamika internal Pentagon, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas. Hegseth, yang dikenal dengan tindakan kontroversial, seperti memecat penasihat hukum utama Angkatan Darat dan merencanakan parade militer untuk merayakan ulang tahun ke-250 institusi militer tersebut, tidak menunjukkan tanda-tanda konflik terbuka dengan George sebelum pengumuman resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *