Key Issue: Liga Arab dukung usulan resolusi Bahrain tentang Selat Hormuz

Liga Arab dukung usulan resolusi Bahrain tentang Selat Hormuz

Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Arab

Kamis (2/4), Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyatakan bahwa organisasi tersebut menyambut baik rancangan resolusi yang diajukan oleh Bahrain terkait Selat Hormuz. Dalam wawancara di Dewan Keamanan PBB, Aboul Gheit menegaskan dukungan Liga Arab terhadap inisiatif Bahrain untuk memastikan resolusi tersebut disahkan oleh lembaga tersebut.

“Dalam hal ini, kami mendukung inisiatif Bahrain untuk mengamankan pengesahan resolusi Dewan Keamanan mengenai masalah ini,” ujar Aboul Gheit.

Keterangan Menteri Luar Negeri Bahrain

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengungkapkan bahwa Dewan Keamanan (DK) PBB bisa memungut suara atas resolusi tersebut tercepat pada Jumat, 3 April. Menurut Al Zayani, rancangan resolusi ini memberikan kekuatan kepada anggota Liga Arab untuk mengambil langkah pertahanan yang diperlukan di Selat Hormuz serta perairan sekitarnya.

“Usulan resolusi ini akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan ‘semua cara pertahanan yang diperlukan dan sesuai dengan keadaan, di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, termasuk di dalam perairan teritorial negara-negara pesisir di dalam atau yang berbatasan dengan Selat Hormuz,’” tutur Al Zayani.

Tujuan Resolusi

Usulan tersebut bertujuan melindungi jalur pengangkutan internasional di Selat Hormuz dan mencegah upaya menghalangi atau memblokir arus lalu lintas kapal dagang. Selain itu, resolusi menuntut Iran segera berhenti melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di perairan tersebut.

Latar Belakang Ketegangan

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap sasaran di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Kebuntuan ini memicu ketegangan yang mengarah pada blokade Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Dampak Blokade Selat Hormuz

Blokade de facto tersebut telah menimbulkan gangguan serius pada distribusi energi, yang berkontribusi pada kenaikan tajam harga minyak dan gas alam cair. Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *