Historic Moment: Pendatang ke Jakarta cenderung turun dalam dua tahun terakhir

Pendatang ke Jakarta Mengalami Penurunan dalam Dua Tahun Terakhir

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mengungkapkan tren penurunan jumlah pendatang baru ke Ibu Kota sejak 2024. Menurut Kepala Dinas Dukcapil, Denny Wahyu Haryanto, angka migrasi ini menunjukkan perubahan pola urbanisasi di kota metropolitan tersebut.

Denny menegaskan bahwa urbanisasi terutama dari warga yang pindah ke Jakarta setelah Lebaran menunjukkan penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. “Dulu, orang datang ke Jakarta biasanya langsung nekat tanpa banyak persiapan,” ujarnya dalam siaran yang diikuti di Jakarta, Jumat.

“Pendatang saat ini lebih memperhatikan keterampilan kerja dan tempat tinggal sebelum memutuskan pindah,” tambah Denny, yang menyoroti bahwa kota global ini tetap terbuka dan inklusif bagi warga baru, asalkan memiliki kemampuan dan rencana yang matang.

Data hingga 1 April 2026 mencatat total pendatang baru yang tercatat di DKI Jakarta sebanyak 1.776 orang, dengan rincian 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen). Mayoritas dari pendatang tersebut berada dalam rentang usia produktif (15–64 tahun), mencapai 79,34 persen.

Menyusul perubahan arus migrasi, Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga pendatang, baik permanen maupun sementara, untuk tetap terdaftar dalam sistem administrasi kependudukan. Untuk memudahkan proses tersebut, pemerintah memberikan layanan pendataan langsung setelah Lebaran 2026.

Pendataan diadakan di seluruh wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta, dengan jadwal pelaksanaan 1–30 April 2026. Langkah ini bertujuan memastikan kelengkapan dan ketertiban dalam pencatatan penduduk di Ibu Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *