Key Strategy: Menbud arahkan program majukan kebudayaan bermanfaat nyata dan terukur

Menbud arahkan program majukan kebudayaan bermanfaat nyata dan terukur

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan instruksi kepada para pejabat yang baru menjabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan agar seluruh pelaksanaan program pemajuan budaya memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas. Ia menekankan perlunya mengurangi prosedur yang tidak meningkatkan nilai dan menghilangkan inefisiensi, sekaligus memperkuat efektivitas, kolaborasi, serta percepatan pengambilan keputusan berdasarkan kompetensi dan integritas tinggi.

“Pangkas prosedur yang tidak memberikan nilai tambah dan inefisiensi, perkuat efisiensi, koordinasi, percepat pengambilan keputusan yang berdampak nyata berdasarkan kompetensi dan integritas yang tinggi,” ujar Fadli saat melantik 11 pejabat di Jakarta, Jumat.

Fadli juga menekankan pentingnya membangun sinergi internal Kementerian Kebudayaan dan dengan berbagai pihak terkait, seperti pelaku dan penggerak budaya. Ia berharap para pejabat baru mampu menunjukkan kepemimpinan yang fleksibel, hasilkan dampak nyata, serta profesional dalam menghadapi perubahan dinamis.

Kementerian Kebudayaan, menurut Fadli, menempatkan kerja sama dengan pihak non-pemerintah sebagai kunci untuk memperluas dukungan program budaya. Kerja sama ini harus sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyajikan layanan yang transparan, akuntabel, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Fadli menyebutkan pentingnya memperkuat empat pilar kebijakan kebudayaan: internalisasi nilai pendidikan, ekonomi budaya, budaya sebagai alat diplomasi kekuatan lunak, serta budaya sebagai pengikat persatuan bangsa. Setiap hasil program harus dipertanggungjawabkan secara transparan, sekaligus memastikan efisiensi diartikan sebagai upaya optimisasi sumber daya, bukan pembatasan kinerja.

Fadli juga mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan data dan aset budaya. Upaya ini dinilai mampu memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan pelaku seni. Dalam pelantikan tersebut, Yayuk Sri Budi Rahayu ditunjuk sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, sementara Andi Syamsu Rijal menjadi Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi.

Beberapa posisi lain yang diisi oleh pejabat baru meliputi: I Made Dharma Suteja sebagai Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Syukur Asih Suprojo sebagai Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Wawan Yogaswara sebagai Direktur Promosi Kebudayaan, Irini Dewi Wanti sebagai Direktur Film, Musik, dan Seni, serta Insan Abdirrohman sebagai Direktur Pengembangan Budaya Digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menegaskan pentingnya seluruh unit kerja bergerak secara selaras. Ia menyoroti hubungan antara kebudayaan dan peningkatan ekonomi rakyat di daerah. Program yang terarah diharapkan bisa meningkatkan pencapaian Indeks Pemajuan Kebudayaan nasional.

“Kekuatan organisasi ditentukan oleh kekompakan dan kecepatan. Kita harus memastikan seluruh program pemajuan kebudayaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Bambang.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo hadir dalam acara pelantikan tersebut bersama para pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *