Special Plan: Pemkab Cirebon terapkan salam khas daerah guna lestarikan tradisi
Pemkab Cirebon Terapkan Salam Khas Daerah untuk Konservasi Budaya
Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengenalkan salam tradisional berupa “Kulanun-Mangga” sebagai upaya menjaga kearifan lokal serta memperkuat citra budaya daerah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-544 Cirebon, yang dirayakan pada Kamis (2/4) lalu. Bupati Cirebon Imron menjelaskan bahwa penggunaan salam tersebut bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang menjadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujar Imron saat diwawancarai di Cirebon, Jumat.
Menurut Imron, “Kulanun-Mangga” bukanlah konsep baru karena sudah diakui sebagai kebiasaan tradisional yang kini kembali dipopulerkan agar lebih dikenal oleh kalangan luas. Ia menegaskan bahwa penerapan salam khas ini tidak bertujuan menggantikan sapaan nasional atau agama yang umum digunakan. Justru, salam tersebut melengkapi keragaman bentuk pengucapan yang mencerminkan ciri khas lokal Cirebon.
Dalam kegiatan mendatang, Pemkab Cirebon akan mengintegrasikan “Kulanun-Mangga” ke dalam semua sambutan resmi, baik di lingkungan pemerintahan maupun kegiatan masyarakat umum. Ini sebagai langkah untuk memperkuat identitas budaya secara konsisten. Imron juga menekankan bahwa lembaga daerah berkomitmen mengembangkan tradisi sebagai bagian integral dari jati diri penduduk setempat.
Kehadiran simbol budaya seperti “Kulanun-Mangga” dinilai penting oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, Cirebon memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih hidup dan terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari.
“Keunggulan Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” kata Dedi.