Meeting Results: Bursa Saham RI Loyo, 5 Emiten Ini Bakal Rights Issue

Bursa Saham RI Tetap Dinamis, 5 Emiten Masuk Rencana Rights Issue

Bursa saham Indonesia masih bergerak aktif di tahun 2026, dengan sejumlah perusahaan melakukan penerbitan saham baru melalui rights issue. Fenomena ini terjadi meski indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat turun dari level 9.000 di awal tahun hingga kini mencapai 7.000. Beberapa emiten yang dipilih untuk program ini adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), serta PT Tripar Multivision Tbk (RAAM).

TOBA: Fokus ke Energi Hijau

TOBA melaksanakan rights issue sebagai bagian dari transformasi usaha ke bidang energi hijau. Perusahaan berencana menerbitkan hingga 1,39 miliar saham baru untuk mendukung proyek energi terbarukan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) serta pengolahan limbah menjadi energi. Saat ini, TOBA masih menunggu pengumuman efektif dari OJK setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 16 April 2026.

RMKO: Ekspansi Bisnis Logistik Batu Bara

RMKO berencana menambah modal dengan penerbitan saham baru maksimal 512 juta unit, setara 29,06% dari modal disetor. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk peningkatan kapasitas hauling, pengembangan pelabuhan, serta penguatan modal kerja dan pelunasan kewajiban finansial. Agenda terdekat adalah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026 untuk meminta persetujuan dari para investor.

COCO: Pembangunan Fasilitas Produksi Cokelat

COCO, perusahaan produsen cokelat, menyatakan rencana rights issue untuk menaikkan kapasitas produksi. Saham baru yang diterbitkan hingga 10,67 miliar unit akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, pembelian mesin, serta pengadaan biji kakao sebagai bahan baku. Agenda terbaru adalah RUPSLB pada 5 Mei 2026, sementara prospektus rights issue segera diselesaikan di bulan April.

PYFA: Akuisisi Pabrik di Australia

PYFA akan melakukan rights issue untuk mendapatkan dana yang digunakan dalam akuisisi pabrik Mayne Pharma di Salisbury, Australia Selatan. Sebelumnya, perusahaan akan melaksanakan RUPSLB pada 22 April 2026 untuk mendapatkan persetujuan penerbitan saham maksimal 5,7 miliar unit. Selain itu, PYFA juga berencana menerbitkan waran hingga 35% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

RAAM: Penguatan Struktur Permodalan

RAAM mengajukan rights issue dengan menerbitkan hingga 1,362 miliar saham baru, atau 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana ini akan digunakan untuk dua kebutuhan utama: modal kerja dalam produksi konten kreatif dan pembangunan 50 teater baru melalui anak usaha PT Platinum Sinema. RUPSLB untuk persetujuan rencana ini dijadwalkan pada 5 Mei 2026.

Menurut manajemen, pemegang saham yang tidak memanfaatkan haknya dalam rights issue tetap diberi peringatan bahwa ada risiko ketidakpastian dalam alokasi dana.

Sejumlah besar emiten yang ingin melakukan rights issue tahun ini menyebabkan antrian penerbitan saham menjadi panjang. Proses ini bisa berlanjut hingga tahun depan, karena setelah RUPST, waktu maksimal untuk penerbitan saham baru adalah 12 bulan, kecuali ada hal yang tidak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *