Italia sebut pemulihan energi pascakonflik butuh waktu lama
Italia sebut pemulihan energi pascakonflik butuh waktu lama
Pemulihan Energi Global Membutuhkan Waktu Panjang
Di Moskow, Fabio Panetta, Gubernur Bank Italia, menyatakan bahwa pemulihan produksi energi global membutuhkan waktu meskipun konflik di Timur Tengah segera berakhir. Meskipun konflik berakhir dengan cepat, Panetta mengatakan bahwa pemulihan kapasitas produksi dan peregenerasi rantai pasok energi global tidak bisa terjadi secepat itu.
“Selain pemulihan kapasitas produksi, dibutuhkan waktu tambahan untuk menghidupkan kembali seluruh rantai pasok energi,”
ujarnya dalam konferensi di Kementerian Luar Negeri Italia, Kamis (2/4).
Peran Selat Hormuz dalam Stabilitas Energi
Panetta menambahkan bahwa konflik ini telah mengganggu rantai pasok energi global, mendorong beberapa negara di kawasan Teluk Persia untuk menghentikan produksi hidrokarbon, yang menyebabkan efek baik jangka pendek maupun jangka panjang pada pasar internasional. Selama konflik berlangsung, Panetta menegaskan bahwa risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi terus meningkat. Selain itu, Panetta menekankan pentingnya keamanan jalur distribusi energi utama, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi faktor sentral dalam menentukan keparahan dan lamanya dampak guncangan energi global.
Konflik dan Dampak Ekonomi
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Kenaikan ketegangan di sekitar wilayah Iran memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global. Blokade ini berdampak pada ekspor dan produksi energi di wilayah tersebut, menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA