Demak kembali dilanda banjir akibat tanggul Sungai Tuntang jebol
Demak Kembali Dilanda Banjir Akibat Keruntuhan Tanggul Sungai Tuntang
Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali menghadapi kejadian banjir akibat longsor di beberapa titik tanggul Sungai Tuntang. BPBD setempat mengungkapkan bahwa tiga area tanggul mengalami keruntuhan, yang berdampak pada sejumlah desa terendam air, Jumat. Peristiwa ini mengakibatkan kebutuhan evakuasi dan upaya penanganan darurat oleh tim khusus.
“Desa yang terkena banjir akibat keruntuhan tanggul adalah Trimulyo dan Sidoharjo di Kecamatan Guntur. Dengan meningkatnya debit air, dampaknya pun terus meluas,” tutur Suprapto, kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Demak.
Kerusakan terjadi di dua titik di Desa Trimulyo dan satu titik di Desa Sidoharjo. Kedua daerah tersebut terletak di jalur aliran Sungai Tuntang. Sebelum kejadian, BPBD bersama relawan dan masyarakat telah mengambil langkah pencegahan dengan memperkuat tanggul menggunakan karung plastik yang diisi material galian.
“Di Trimulyo, tanggul runtuh pada pukul 10.00 WIB. Sementara di Sidoharjo, keruntuhan terjadi di jam 12.00 WIB,” tambah Suprapto.
Setelah kejadian, warga dari desa terdampak langsung dievakuasi ke tempat yang aman, yaitu balai desa. BPBD juga mengirimkan empat tim untuk membantu proses evakuasi. Selain itu, instansi tersebut berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena tanggul Sungai Tuntang menjadi tanggung jawab mereka.
Hal ini bukan pertama kalinya tanggul Sungai Tuntang mengalami kerusakan. Pada 16 Februari 2026, terjadi jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, yang menyebabkan kerusakan pada Jalan Kebonagung-Gubug. Akses jalan tersebut terputus, sehingga mengganggu perjalanan antara Grobogan dan Semarang.