Key Issue: Wali Kota Kupang: Jumat Agung jadi simbol pengorbanan dan harapan
Wali Kota Kupang: Jumat Agung jadi simbol pengorbanan dan harapan
Di Kota Kupang, NTT, Walikota dr. Christian Widodo menekankan bahwa Jumat Agung merupakan kesempatan untuk merefleksikan nilai pengorbanan serta keteguhan iman di tengah berbagai tantangan. Ia menjelaskan bahwa hari tersebut menggambarkan proses yang penuh hambatan, namun tetap menyimpan harapan menuju kebangkitan.
“Jumat Agung dianggap sebagai perwujudan pengorbanan, ketenangan, dan perjalanan yang dihiasi tantangan, rintangan serta hambatan. Namun, di akhir perjalanan ini terdapat harapan serta kebangkitan,” ujarnya setelah mengikuti ibadah Jumat Agung di Paroki St Petrus Rasul TDM.
Dalam pidatonya, ia menyebut peristiwa Jalan Salib Yesus memberikan kesempatan bagi umat beriman untuk meneguhkan keyakinan mereka dan berani menghadapi salib dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap kali menghadapi tantangan, kita tidak boleh berhenti berharap. Di tengah kesulitan, seperti efisiensi, kondisi pemerintah pusat, atau situasi global seperti konflik di Timur Tengah, harapan harus tetap dijaga,” tambahnya.
Menurutnya, setiap orang memiliki salibnya sendiri. Namun, makna sejati Jalan Salib adalah pengorbanan yang akhirnya membawa harapan dan kebangkitan. “Momentum Jumat Agung menjadi kesempatan untuk mempertanyakan apakah kita masih berani tegak berdiri dan menghadapi salib masing-masing,” katanya.
Khotbah Pastor: Penderitaan Yesus membuka jalan dari kegelapan
“Yesus sungguh mencintai sampai tuntas. Ia menunjukkan bahwa cinta sejati adalah cinta yang rela memberi tanpa pamrih, rela berkorban, melayani, dan melepaskan. Cinta yang tidak mencari keuntungan diri sendiri, tetapi mengutamakan kebaikan orang lain,” ujar Pastor Romo Deodatus Parera, Pr, dalam khotbahnya.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa luka-luka Yesus menjadi sumber penyembuhan bagi dosa manusia. Dari pengorbanan itu, kata dia, lahir keselamatan dan pembaruan. “Dalam keheningan salib, kita diajak untuk percaya. Sebab justru di tengah penderitaan, iman dan harapan kita diuji serta dimurnikan. Dan pada akhirnya, kebangkitan akan datang bagi mereka yang tetap percaya,” lanjutnya.
Pantauan ANTARA di lapangan, ibadah Jumat Agung berlangsung khidmat dan lancar. Ratusan umat Katolik dari wilayah Kota Kupang dan sekitarnya turut serta. Ibadah di Paroki TDM dilaksanakan dua kali, yaitu pada pukul 12.00 WITA dan 15.00 WITA.
“Selamat Jumat Agung dan selamat menyambut Paskah. Mari kita rayakan dengan khusyuk dan penuh makna, semoga membawa harapan serta kebangkitan bagi kita semua,” tutur Wali Kota Kupang.