Meeting Results: Sekjen IMO: Upaya militer semata tidak bisa selesaikan krisis Hormuz

Sekjen IMO Tekankan Pentingnya Pendekatan Diplomatik untuk Menangani Krisis Selat Hormuz

London, 2 April – Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), menegaskan bahwa konflik di Selat Hormuz membutuhkan langkah de-escalasi dan menekankan bahwa tindakan militer saja tidak akan memecahkan masalah. Dalam sesi pers yang dirilis oleh situs resmi IMO, Dominguez menyampaikan pandangannya saat menghadiri pertemuan virtual bersama Kantor Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (British Foreign, Commonwealth and Development Office), yang dihadiri oleh menteri luar negeri dari lebih dari 40 negara.

Pendekatan Diplomatik dan Koridor Kemanusiaan

During the meeting, Dominguez memaparkan upaya yang dilakukan IMO serta menyerukan dukungan untuk solusi diplomatik yang diharapkan bisa mengurangi dampak krisis. Ia juga meminta pembentukan koridor kemanusiaan untuk bantuan darurat. “Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah keterlibatan diplomatik, solusi yang praktis dan netral, serta tindakan internasional yang terkoordinasi,” ujarnya dalam

sebuah pernyataan resmi.

Insiden Serangan dan Tindakan IMO

Dominguez menyampaikan bahwa IMO sedang mengajukan kerangka evakuasi maritim yang didasarkan pada kerja sama antara negara-negara pesisir, jaminan keamanan, dan koordinasi operasional dengan tujuan membebaskan kapal-kapal terjebak, memungkinkan pergantian awak kapal secara aman, serta mencegah terjadinya bencana lingkungan. Sejak konflik meletus pada 28 Februari, saat Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan besar terhadap Iran, IMO mencatat adanya 21 insiden serangan terhadap kapal komersial, yang menyebabkan 10 pelaut tewas dan sejumlah luka parah.

Langkah Strategis Setelah Rapat Dewan IMO

Setelah rapat luar biasa Dewan IMO pada 18-19 Maret, organisasi ini telah mengambil beberapa langkah strategis, seperti mengusulkan pembahasan mengenai jalur aman untuk evakuasi pelaut terdampar, melibatkan negara-negara regional untuk mengamankan jalur pasokan, serta memfasilitasi akses kemanusiaan. IMO juga memperkuat pengumpulan dan verifikasi data terkait insiden maritim, sekaligus berkontribusi pada gugus tugas khusus PBB untuk Selat Hormuz yang bertujuan menangani kebutuhan kemanusiaan melalui mekanisme teknis yang terkoordinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *