Historic Moment: Menbud pastikan Keraton Kasepuhan segera jadi cagar budaya nasional
Keraton Kasepuhan Akan Diakui Sebagai Warisan Budaya Nasional
Cirebon – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Keraton Kasepuhan akan segera menjadi cagar budaya nasional setelah evaluasi terbaru dilakukan. Dalam kunjungannya ke lokasi, Jumat, ia menyampaikan bahwa kondisi keraton cukup baik, meski ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan diperbaharui.
“Ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan direvitalisasi karena ini merupakan keraton yang berusia sangat tua. Kita akan segera menetapkan sebagai cagar budaya nasional,” ujarnya.
Sejarah dan Arsitektur Keraton
Keraton Kasepuhan, yang berdiri sejak abad ke-15 atau sekitar tahun 1400-an, telah mengalami perubahan arsitektur hingga abad ke-18. Area kompleks mencakup sekitar 25 hektare, menurut Menbud, dengan bangunan-bangunan yang merefleksikan sejarah panjang kota Cirebon. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mendorong revitalisasi bangunan yang memiliki nilai budaya tinggi di wilayah tersebut.
Perbaikan di Museum Keraton
Dalam peninjauannya, Menbud juga menyoroti koleksi museum di dalam kompleks keraton yang dianggap lengkap dan berharga sejarah. Namun, ia menekankan perlunya pengembangan narasi serta literasi agar penyajian menjadi lebih menarik.
“Kita bisa bantu sentuhan dalam storytelling dan tata pamer,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa renovasi museum terakhir kali dilakukan pada 2017, sehingga perlu penyegaran, termasuk dalam hal pencahayaan dan tata letak.
Revitalisasi Keraton Lain di Cirebon
Menbud juga menyebut bahwa Kementerian Kebudayaan akan mengevaluasi revitalisasi keraton-keraton lain di Cirebon, seperti Kanoman dan Kacirebonan. Penentuan prioritas akan disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan pelestarian. Ia berharap langkah ini memperkuat posisi Cirebon sebagai pusat budaya strategis di Jawa Barat dan Indonesia.
“Kita pugar kembali sesuai lanskap aslinya. Ini bisa melengkapi narasi cerita yang ada di wilayah Cirebon,” tuturnya.