What Happened During: Iran Gandeng Negara Tetangga, Kawal Kapal Lewat Selat Hormuz
Iran Bermitra dengan Negara Tetangga untuk Mengawasi Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz
Pemerintah Iran bersama Oman sedang mengembangkan protokol untuk mengendalikan arus kapal tanker melalui Selat Hormuz. Laporan dari kantor berita Iran, IRNA, menyebutkan bahwa lalu lintas kapal tersebut harus dipantau dan diatur bersama oleh kedua negara. Kazem Gharibabadi, wakil menteri luar negeri Iran bidang hukum dan urusan internasional, mengatakan bahwa persyaratan ini bertujuan memudahkan operasi dan menjaga keamanan jalur pelayaran.
“Tidak ada pembatasan dalam protokol ini, melainkan untuk memberikan layanan optimal kepada kapal yang melewati rute ini,” ujarnya, seperti dilansir CNBC Internasional, Jumat (3/4/2026).
Langkah ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kemungkinan konflik dengan Iran terus berlanjut beberapa minggu ke depan. Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global, telah ditutup secara efektif sejak perang Timur Tengah dimulai pada 28 Februari. Pemicunya adalah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Blokade tersebut langsung memicu kenaikan harga minyak yang signifikan. Kenaikan mencapai titik tertinggi dalam sejarah, menimbulkan krisis energi yang berdampak luas ke berbagai negara. Meski demikian, Trump bersikeras bahwa AS tidak terganggu karena negara itu hanya mengimpor sedikit minyak melalui jalur ini.
Dalam pidatonya Rabu malam, Trump mengatakan, “Kita tidak membutuhkannya, dan kita tidak terpengaruh oleh penutupan tersebut.” Namun, harga bahan bakar di AS tetap meningkat lebih dari 30% dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini menyebabkan rata-rata harga bensin melebihi US$4 per galon, yang merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun.