Special Plan: Perang Iran Bikin Trump Ngamuk ke NATO, Ancaman Besar Bakal Menanti!

Perang Iran Bikin Trump Ngamuk ke NATO, Ancaman Besar Bakal Menanti!

Jakarta, Hubungan antara pemerintah Amerika Serikat dan aliansinya NATO kini semakin terganggu. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan NATO yang tidak mengirimkan kapal ke Selat Hormuz. Ia bahkan mulai mempertimbangkan untuk menarik diri dari aliansi tersebut. “Bukankah Anda juga akan melakukan hal yang sama jika Anda adalah saya?” tanya Trump seperti dilansir Reuters pada Jumat (3/4/2026).

Dalam pidato Rabu (1/4/2026) malam, Trump menyoroti kelemahan NATO. Komentarnya memicu kekhawatiran baru bahwa AS tidak akan memberikan bantuan ke sekutu Eropa jika terjadi serangan, meski Washington belum secara resmi keluar dari aliansi. Menurut para analis dan diplomat, ini mengguncang fondasi keamanan Eropa yang telah lama dipercaya. “Ini adalah kondisi terburuk NATO sejak didirikan,” ujar Max Bergmann, mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang kini memimpin program Eropa, Rusia, dan Eurasia di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

“Sangat sulit untuk memikirkan sesuatu yang bahkan mendekati kondisi ini,” tambahnya.

Masalah ini pun mengingatkan pada keputusan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang sebelumnya menolak gagasan Eropa bertahan sendiri tanpa bantuan AS. Pernyataan Rutte dianggap “pikiran yang konyol” pada Februari lalu. Kini, banyak pejabat melihat pendirian itu sebagai harapan biasa. “NATO tetap diperlukan, tetapi kita harus mampu memikirkan NATO tanpa Amerika,” kata Jenderal Francois Lecointre, mantan kepala angkatan bersenjata Perancis (2017-2021).

“Apakah NATO bahkan harus terus disebut NATO—Organisasi Pakta Atlantik Utara—adalah pertanyaan yang valid,” sambungnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan, “Presiden Trump telah menyatakan kekecewaannya terhadap NATO dan sekutu lainnya secara jelas. Seperti yang ditekankan Presiden, ‘Amerika Serikat akan mengingatnya.'” Trump bukan pertama kalinya mengancam keluar dari NATO. Pada masa jabatannya pertama, ia juga mempertimbangkan langkah serupa. Kritik terhadap NATO terus berlanjut karena dianggap tidak mendukung AS saat dibutuhkan, termasuk tidak langsung mengambil peran dalam Selat Hormuz serta membatasi akses wilayah udara AS.

Berdasarkan undang-undang 2023, presiden AS tidak bisa meninggalkan NATO tanpa persetujuan dua pertiga Senat. Ambang batas ini dianggap hampir mustahil tercapai. Namun analis menyebut Trump, sebagai pemimpin tertinggi militer, memiliki wewenang untuk menentukan apakah pasukan AS akan tetap melindungi anggota NATO. Penolakan bantuan bisa merusak aliansi, meski tanpa pengunduran diri resmi.

Minggu depan, Rutte yang memiliki hubungan kuat dengan Trump akan mengunjungi Washington untuk berusaha mengubah sikap presiden. Meski ada keraguan terhadap komitmen Trump, negara-negara Eropa tetap memiliki alasan kuat untuk menjaga keterlibatan AS dalam NATO. Contohnya, kemampuan militer AS seperti intelijen satelit sulit digantikan oleh aliansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *