Solving Problems: Survei: Rating Trump Jatuh ke Titik Terendah, Negatif di Semua Isu
Survei: Rating Trump Jatuh ke Titik Terendah, Negatif di Semua Isu
Kepuasan masyarakat terhadap Presiden AS Donald Trump terus menurun tajam, mencapai level terendah sepanjang masa jabatannya. Dalam survei terbaru, angka dukungan bersih Trump turun hingga -23 persen secara umum dan -19 persen di antara pemilih terdaftar. Angka ini lebih rendah dibandingkan rekor terburuk pada 2017, yaitu -21 persen, serta mendekati titik terlemah yang pernah dicatat Joe Biden pada 2024 setelah performa debat yang dinilai kurang memuaskan.
Tren Penurunan yang Konsisten
Penurunan popularitas Trump tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi sementara. Meski variasi mingguan sering dipengaruhi faktor teknis, seperti responden survei, tren ini terus berlangsung selama beberapa bulan. Data menunjukkan kecenderungan negatif yang menyeluruh, menandakan kehilangan dukungan di berbagai kelompok demografis dan isu penting.
Perang Tidak Berjalan Sesuai Harapan
Dalam konteks politik AS, konflik militer biasanya menjadi faktor pendorong popularitas presiden. Namun, Trump justru mengalami penurunan penilaian terkait pengelolaan perang di Iran.
Berdasarkan survei bulan Maret 2026, ada peningkatan keraguan publik terhadap strategi pemerintah Trump dalam menangani konflik tersebut.
Mayoritas masyarakat, sekitar 59 persen, menolak tindakan militer, termasuk 24 persen dari basis pemilih Partai Republik.
Teori kekuatan berisiko semakin menguat, terutama dengan harga bensin yang melebihi US$4 per galon. Kondisi ini berpotensi memperburuk persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah. Dengan dukungan Trump yang terus melemah, Partai Republik menghadapi tekanan besar menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Sejarah menunjukkan partai petahana sering kali kehilangan kursi dalam pemilu paruh waktu, seiring penurunan performa presiden.