5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker – Banyak Dikonsumsi Warga RI
5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga RI
Kanker adalah kondisi medis yang berdampak serius, memengaruhi berbagai usia dan menjadi penyebab kematian utama di dunia. Berbagai faktor, seperti kebiasaan hidup dan pola makan, bisa memicu pertumbuhan sel abnormal yang mengarah ke penyakit ini. Riset terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan tertentu meningkatkan risiko kanker karena mengandung senyawa akrilamida. Menurut penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), zat ini muncul secara alami pada makanan saat diproses dengan suhu tinggi.
“Akrilamida merupakan senyawa kimia yang terbentuk ketika gula alami dalam bahan makanan bereaksi dengan asam amino, terutama pada suhu di atas 120°C. Zat ini lebih banyak terdapat pada makanan nabati dengan pati tinggi, seperti kentang,”
Berikut ini adalah daftar makanan yang berpotensi meningkatkan risiko kanker, sesuai laporan yang dilansir CNBC Indonesia dari Times of India, Jumat (3/4/2026).
1. Makanan Goreng
Makanan seperti keripik kentang, kentang goreng, dan camilan lainnya yang mengalami proses penggorengan atau pemanggangan berisiko tinggi. Akrilamida terbentuk saat pati kentang bereaksi dengan gula dan asam amino pada suhu tinggi. Semakin lama makanan digoreng, semakin gelap warnanya, dan kandungan senyawa tersebut pun meningkat. Studi keamanan pangan menyebutkan kadar akrilamida pada keripik kentang bisa mencapai 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sementara kentang goreng memiliki kadar sekitar 200 hingga 700 µg/kg.
2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan
Biskuit serta kue kering sering kali dipanggang pada suhu tinggi dan berpotensi mengandung akrilamida. Selain itu, bahan tambahan seperti pengawet dan gula rafinasi juga menjadi faktor. Penelitian menunjukkan kandungan akrilamida dalam biskuit bisa bervariasi antara 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung bahan dan metode pemanggangan. Untuk mengurangi risiko, pilihlah biskuit yang dipanggang singkat atau buatan rumah dengan tepung gandum utuh dan gula minimal.
3. Roti Panggang dan Roti Kecokelatan
Kadar akrilamida dalam roti panggang berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg. Roti yang lebih gelap warnanya cenderung memiliki kandungan zat ini lebih tinggi, karena proses pemasakan dengan suhu tinggi. Pemanggangan yang lebih ringan dapat menurunkan risiko. Roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang secara lembut dianggap lebih baik untuk kesehatan.
4. Kopi
Akrilamida juga terbentuk selama proses pengeringan biji kopi, terutama pada tahap awal. Kopi sangrai ringan hingga sedang memiliki kadar lebih rendah dibanding kopi gelap. Data menunjukkan kopi seduh berisi 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dalam bentuk bubuk bisa mencapai 100 hingga 400 µg/kg.
5. Sereal Sarapan Kemasan
Sereal seperti corn flakes atau wheat crisp sering kali dipanggang atau disangrai dengan suhu tinggi. Proses ini memicu pembentukan akrilamida, terutama pada sereal yang kaya gula dan berwarna cokelat. Penelitian menyebutkan kadar senyawa ini bervariasi antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung merek dan metode produksi. Pilihlah sereal berbahan biji-bijian alami seperti oat, poha, atau daliya untuk alternatif lebih sehat.