Key Strategy: Harap Waspada! Usaha Mikro di RI Cs Lemah Literasi Keuangan
Harap Waspada! Literasi Keuangan Usaha Mikro RI Masih Rentan
Menurut laporan ADB Institute yang dirilis pada Jumat (3/4/2026), pemilik usaha mikro di Indonesia serta negara-negara lain di kawasan ASEAN memiliki tingkat literasi keuangan yang jauh lebih rendah dibandingkan pengusaha besar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena literasi keuangan berperan penting dalam kemajuan adopsi layanan keuangan digital.
“Dalam penelitian yang mencakup tujuh negara anggota ASEAN dan sepuluh anggota CAREC, ditemukan bahwa pengusaha mikro dan keluarga yang mengelola usaha secara mandiri cenderung kurang memahami konsep keuangan dibandingkan pemilik perusahaan besar,”
Kurangnya pemahaman tentang keuangan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan mengelola arus kas, mengevaluasi syarat pinjaman, atau merespons perubahan ekonomi. Di sisi lain, literasi keuangan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan penggunaan fintech, yang berkontribusi pada pertumbuhan penjualan dan kelangsungan usaha.
ADB Institute menegaskan bahwa keuntungan fintech bagi usaha kecil bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga kecepatan dan keandalan, seperti pembayaran tepat waktu, pelacakan pendapatan, penganggaran persediaan, serta pemisahan keuangan antara bisnis dan kehidupan pribadi.
Menurut laporan tersebut, pendukungan usaha mikro memerlukan strategi yang lebih komprehensif daripada sekadar akses kredit murah atau infrastruktur internet yang memadai. ADB Institute menyarankan adanya upaya serius untuk membangun kemampuan melalui pelatihan, meningkatkan kepercayaan, dan menyediakan alat yang memudahkan pengambilan keputusan tanpa menghilangkan risiko.
Program literasi keuangan perlu diintegrasikan dengan sosialisasi penggunaan teknologi keuangan secara nyata dalam bisnis. Contohnya, pelatihan bisa mencakup topik seperti pengupahan, pengiriman dana, pembayaran pendidikan, asuransi mikro, atau kebutuhan modal kerja. ADB Institute menegaskan bahwa digitalisasi keuangan bisa menjadi penggerak pertumbuhan dan inklusi, tetapi hanya jika masyarakat memahami alat serta layanan yang ditawarkan dan merasa percaya diri untuk menggunakannya.