Rusia – China, Prancis blokir resolusi DK PBB soal Hormuz

Rusia, China, Prancis Blokir Resolusi DK PBB Soal Hormuz

Dewan Keamanan PBB mengalami hambatan dari tiga anggota tetap, yaitu Rusia, China, dan Prancis, dalam usaha mendorong resolusi yang menyetujui penggunaan kekuatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Draf dokumen ini menyebutkan bahwa negara-negara anggota diberi wewenang untuk mengambil langkah apa pun demi memastikan kebebasan pelayaran dan mencegah penutupan selat tersebut. Pendukung resolusi, yang berasal dari Bahrain dan negara-negara Teluk, telah melalui empat kali penyuntingan setelah perundingan tertutup berlangsung selama beberapa minggu.

Pertikaian yang Mengarah ke Blokade

Veto dari Rusia, China, dan Prancis memperumit kemungkinan suara resolusi dilakukan pada Jumat mendatang. Kebutuhan dukungan ketiga negara tersebut masih menjadi pertanyaan. Sumber diplomatik mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan juga muncul di antara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan. Sebelumnya, 28 Februari menjadi tanggal penting saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.

Menurut The New York Times yang mengutip sumber diplomatik dan pejabat senior PBB, draf resolusi tersebut memuat klausul yang memberi wewenang kepada negara anggota untuk menggunakan berbagai cara untuk menjamin kebebasan pelayaran dan mencegah upaya penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal.

Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi konflik ini memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke pasar global. Blokade tersebut memengaruhi ekspor dan produksi energi, sekaligus mendorong kenaikan harga di pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *