New Policy: BCA libatkan mahasiswa bangun desa wisata lewat Genera-Z Berbakti 2026
BCA Libatkan Mahasiswa Bangun Desa Wisata Lewat Genera-Z Berbakti 2026
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengundang mahasiswa dari berbagai universitas untuk terlibat dalam pengembangan desa wisata melalui Program Genera-Z Berbakti 2026. Pendaftaran bagi peserta program ini berlangsung hingga 24 April 2026. Program ini, kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mewujudkan gagasan inovatif serta berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berbagai inisiatif pengabdian di desa wisata yang dikembangkan Bakti BCA.
Komitmen Membentuk Pemimpin Masa Depan
“Program ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan nilai kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial pada generasi muda,” ujar Hera F Haryn dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam program ini, peserta diwajibkan membentuk kelompok yang terdiri dari 10-12 mahasiswa dengan latar belakang disiplin ilmu atau fakultas berbeda. Para peserta dapat menentukan dua isu utama dalam proposal mereka, seperti pariwisata berkelanjutan, pengembangan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, atau budaya. Lokasi kegiatan juga dipilih dari beberapa opsi, termasuk Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Wonosobo, dan Desa Wisata Kakaskasen Dua di Tomohon.
Timeline dan Seleksi Tim
Setelah pendaftaran ditutup pada 24 April, pengumuman finalis akan diumumkan 30 April. Babak penjurian dilakukan 16-17 Mei, dengan pengumuman pemenang menunggu setelahnya. Bootcamp dan pelepasan tim pemenang ke lokasi akan diadakan pada pekan pertama Juli. Aktivitas program berlangsung hingga 6 Agustus, diikuti presentasi akhir pada pekan kedua bulan yang sama.
Dalam edisi 2025, Genera-Z Berbakti menerima lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di dalam maupun luar negeri. Empat tim terpilih pada tahun lalu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Program Pengabdian yang Berkelanjutan
“Ini bukan sekadar program pengabdian masyarakat, melainkan komitmen kami dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Hera F Haryn. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan menjadi bentuk gotong royong penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.