Video: Perang Bikin Beban Produksi Alkes Meroket Tapi Harga Sulit Naik
Perang Timur Tengah Tekan Biaya Produksi Alkes, Tapi Harga Jual Masih Kaku
Jakarta – Kenaikan harga energi akibat gangguan rantai pasok global yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah semakin mengancam ketersediaan bahan baku pupuk. Situasi ini berpotensi mengganggu sektor industri alat kesehatan (alkes) yang bergantung pada pasokan impor.
Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel juga memengaruhi nilai tukar mata uang banyak negara, termasuk Rupiah Indonesia. Bagi industri alkes, pelemahan mata uang lokal menjadi hambatan bagi daya tahan usaha, menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Febie Yuriza Poetri.
Menurut Febie Yuriza Poetri, ketergantungan pada bahan baku impor membuat biaya produksi meningkat tajam. Sementara itu, pasar alkes didominasi pemerintah dengan 70% bagian, sehingga sulit menaikkan harga jual produk.
Untuk mengatasi situasi ini, sektor alkes harus mengambil langkah-langkah mitigasi risiko dengan mengurangi biaya produksi dan menekan margin keuntungan. Hal ini menjadikan para pengusaha mengharapkan dukungan pemerintah agar bisa memberi ruang penyesuaian harga jual produk.
Bagaimana dampak perang Timur Tengah terhadap industri alkes RI? Simak dialog Serliana Salsabila dengan Febie Yuriza Poetri dalam Profit, CNBC Indonesia, Selasa, 31 Maret 2026.