Meeting Results: PBB Mau Ambil Suara Paksa Iran Buka Selat Hormuz
PBB Bersiap Ambil Keputusan untuk Mendorong Pembukaan Selat Hormuz
Dewan Keamanan PBB sedang dalam proses mengambil suara untuk mendukung pembukaan Selat Hormuz. Tindakan ini bertujuan melindungi perahu dagang yang melintasi perairan dekat Iran, sebagaimana diusulkan oleh Bahrain. Reuters melaporkan pertemuan antara 15 negara anggota dewan akan berlangsung pada Sabtu pagi sesuai waktu New York. Informasi ini diungkapkan oleh dua diplomat PBB.
Bahrain Jadi Ketua Dewan Keamanan
Bahrain, yang saat ini memegang posisi ketua dewan, telah menyelesaikan naskah resolusi yang mencakup persetujuan untuk “menggunakan segala cara” untuk memastikan keamanan pelayaran. Meski awalnya dijadwalkan pada Jumat, pemungutan suara ditunda ke Sabtu karena hari tersebut merupakan hari libur dewan.
Bahrain telah mendapatkan dukungan dari negara-negara Teluk dan Amerika Serikat. Untuk menghindari keberatan dari negara-negara yang memiliki hak veto—terutama Rusia dan China—mereka menghapus klausul “mengikat” dari draft resolusi. Dalam naskah yang dirujuk Reuters, resolusi tersebut menetapkan perlindungan selama setidaknya enam bulan, atau hingga dewan memutuskan tindakan lain.
“China menentang penggunaan kekuatan militer secara umum,” kata Fu Cong, perwakilan Tiongkok di PBB. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut akan memberikan legitimasi pada penggunaan kekuatan yang tidak sah dan sembarangan, sehingga memicu eskalasi serta dampak yang lebih serius.
Resolusi Dewan Keamanan PBB memerlukan setujuan dari sembilan negara anggota dan tidak adanya veto dari lima anggota tetap yaitu Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menyatakan Iran melakukan tindakan ilegal tanpa dasar kuat untuk mengendalikan lalu lintas kapal internasional di Selat Hormuz, yang berpotensi mengancam kepentingan global.
Pada Kamis, Inggris mengadakan pertemuan dengan 40 negara untuk mendukung pembukaan Selat Hormuz dan memastikan keamanan kapal. Negara tersebut juga menegaskan dukungan terhadap resolusi Bahrain. Sementara itu, 22 anggota Liga Arab mengucapkan pendukung terhadap inisiatif ini.