Prajurit UNIFIL Kembali Jadi Korban Serangan di Lebanon Hari Ini
Prajurit TNI di Lebanon Tewas dalam Serangan Ketiga oleh Israel
Jumat (3/4), pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) kembali mengalami serangan ledakan di tengah operasi militer Israel terhadap basis Hizbullah di Lebanon selatan. Kandice Ardiel, juru bicara UNIFIL, mengonfirmasi insiden tersebut, tetapi tidak mengungkapkan asal usul tiga prajurit TNI yang terluka. “Pada sore hari, ledakan mengenai posisi pasukan perdamaian PBB, melukai tiga anggota, dua di antaranya mengalami cedera serius,” demikian pernyataan Ardiel seperti dikutip AFP.
“Kami belum mengetahui sumber ledakan,” klaim Ardiel.
Tiga prajurit yang terkena telah dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis. Ini merupakan serangan ketiga terhadap pasukan UNIFIL dalam sebulan terakhir, sejak operasi Israel melawan Iran memicu konflik dengan Hizbullah. Sebelumnya, dua insiden serupa menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai beberapa personel di dua lokasi berbeda.
Menurut laporan, DK PBB mengutuk serangan di Lebanon selatan dalam pernyataan pada Rabu (1/4). Pernyataan tersebut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyebutkan bahwa tiga anggota TNI tewas di tempat kejadian berbeda pekan ini. Namun, DK PBB tidak menyinggung tanggung jawab Israel dalam serangan tersebut.
Sementara itu, sumber keamanan PBB pada Selasa (31/3) mengatakan kepada AFP bahwa prajurit TNI yang gugur Minggu lalu terkena tembakan dari tank Israel. Puing-puing peluru tank dari Israel ditemukan di lokasi. Dua prajurit TNI yang tewas Senin lalu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, disebut terkena ledakan yang kemungkinan berasal dari ranjau Israel.
Dari data PBB, total 97 anggota pasukan tewas akibat kekerasan sejak UNIFIL pertama kali dibentuk untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah invasi pada 1978. Mandat pasukan tersebut, yang bertindak sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon selama beberapa dekade, akan berakhir akhir tahun ini.