Important News: Cerita Bocah Lebanon yang Seluruh Keluarganya Terbunuh Serangan Israel

Cerita Bocah Lebanon yang Selamat dari Serangan Israel

Karim al-Haj Hussein, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, menjadi satu-satunya yang selamat dalam serangan Israel yang menghancurkan rumah tangga keluarganya di Baalbek, Lebanon. Dikutip dari Aljazeera dalam video berita yang diunggah pada 2 April 2026, serangan tersebut mengakibatkan kematian ibu, ayah, serta anggota keluarga lainnya. Karim, meski terluka, berhasil merangkak keluar dari reruntuhan rumah setelah ledakan terjadi.

Kenangan Tragis di Ruang Keluarga

Karim mengingat dengan jelas posisi keluarganya saat serangan terjadi. Dalam suara anak-anaknya, ia menunjukkan foto-foto rumah yang hancur, serta gambar orang tua dan saudara-saudara lainnya yang terkena dampak. Ia duduk di samping pamannya, Ahmad Al Bouari, yang membantu mengingat kembali momen kehilangan seluruh keluarga.

“Kami sedang duduk di ruang keluarga. Saya, ayah, kakak, serta tetangga dan putrinya. Ibu berada di kamar tidur, letaknya di belakang dapur,” ujar Karim.

“Saat ledakan terjadi, saya merasakan telinga berdengung dan kesulitan bernapas serta melihat. Saya jatuh ke dalam lubang yang dalam, tertindih puing-puing,” tambahnya.

Keluarga Tersisa Menjadi Penjaga Karim

Setelah kehilangan seluruh anggota keluarga, Ahmad mengatakan kerabat Karim berusaha menjaga dan menenangkan anak itu. “Dia menangis sepanjang malam. ‘Saya mau ibu, saya mau tidur dipeluk ibu’. Ketika dia tidur di samping kami, ia memeluk saya dan anak saya, mengucap, ‘Saya mau ibu saya, saya mau ayah saya’,” tutur Ahmad.

Kemarahan Nenek di Tengah Puing-Puing

Dalam rekaman video, nenek Karim, Sabah Tufaili, menunjukkan rasa marah di depan bangunan yang hancur. “Inikah tujuan dari bom kalian [Israel]?” tanyanya sambil memegang mainan truk kuning. “Mereka adalah anak-anak. Ini adalah putra dari putri saya, baru tiga tahun. Apakah kalian menyerang untuk ini?” kata Sabah sambil menahan air mata.

Operasi Militer Israel dan Dampaknya

Menurut laporan AFP, pasukan Israel (IDF) mengklaim telah menyerang lebih dari 3.500 target di Lebanon dalam sebulan terakhir. Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari operasi memburu milisi Hizbullah. Pada 2 April 2026, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan tujuan operasi adalah “membersihkan Hizbullah dan pendukungnya dari Lebanon selatan, mempertahankan kendali keamanan, serta menghancurkan kemampuan militer mereka.”

Korban dan Kecaman Internasional

Dikutip dari AFP, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 1.345 orang tewas dan 4.040 terluka akibat serangan Israel di wilayah selatan. Jumlah kematian mencakup 1.129 pria, 91 wanita, serta 125 anak-anak. Tidak ketinggalan, 53 petugas kesehatan juga menjadi korban. Sementara itu, 15 negara anggota DK PBB, termasuk Amerika Serikat, secara kompak mengutuk serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI dari pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *