Latest Program: Jasa Raharja serahkan santunan Rp38,06 miliar selama angkutan Lebaran
Jasa Raharja Berikan Santunan Rp38,06 Miliar Selama Musim Mudik Lebaran
Jakarta – Sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa arus mudik, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan total sebesar Rp38,06 miliar selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan, serta meningkatkan jaminan sosial di bidang transportasi.
Komitmen Pelayanan yang Tepat Waktu
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa seluruh santunan untuk korban meninggal telah diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. “Komitmen kami adalah memastikan tidak ada korban yang tertunda. Hal ini juga menjadi bukti bahwa kami selalu berupaya memberikan layanan secara cepat dan transparan,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.
“Kami berupaya agar semua klaim santunan korban meninggal dunia dapat diproses secara optimal, tidak ada yang tertinggal,”
Pengurangan Kecelakaan dan Kesadaran Berkendara
Menurut data Korlantas Polri, selama 13–25 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat turun sekitar 5 persen. Sementara korban jiwa menurun hingga 30 persen, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berkendara. Meski tidak diungkapkan rincian spesifik kecelakaan, Awaluddin menegaskan bahwa hasil ini menjadi indikator kuat terkait penguatan keamanan selama Lebaran.
Penutupan Siaga Lebaran 2026
Jasa Raharja secara resmi menutup rangkaian siaga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang diadakan di Jakarta, Senin (30/3). Acara ini menjadi tanda berakhirnya kesiapsiagaan perusahaan dalam mendukung kelancaran perjalanan mudik dan balik. “Penutupan ini juga menjadi refleksi bagi tim Jasa Raharja untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.
Peran Jasa Raharja yang Lebih Luas
Awaluddin menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penanganan pasca-insiden kecelakaan. Perusahaan juga aktif dalam upaya pencegahan, seperti pelatihan keselamatan, pemeriksaan kendaraan secara berkala, serta koordinasi dengan operator transportasi. “Pencapaian ini menunjukkan dampak positif dari berbagai langkah yang kami lakukan,” katanya.
Inovasi Berbasis Digital
Menurutnya, penggunaan sistem digital yang terintegrasi dengan instansi seperti kepolisian dan rumah sakit menjadi kunci percepatan layanan. “Sistem ini memungkinkan kami memberikan penanganan yang lebih cepat, akurat, dan terbuka bagi masyarakat,” imbuhnya. Awaluddin juga mengingatkan pentingnya terus mengembangkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Pencapaian Program Mudik Gratis BUMN
Program Mudik Gratis BUMN 2026 juga memberikan kontribusi signifikan, dengan jumlah pemudik yang telah terlayani mencapai 116.688 orang, melebihi target awal. Dalam hal pelayanan, Jasa Raharja mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter), didukung oleh unit mobil keselamatan dan tim respons darurat di titik strategis jalur mudik.
Langkah Ke Depan
Ke depan, Jasa Raharja berencana memperkuat peran strategisnya sebagai mitra dalam sistem transportasi yang lebih aman. “Kami akan terus berinovasi dan menjadi bagian aktif dalam mewujudkan keselamatan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Awaluddin. Hasil positif selama Siaga Lebaran 2026 diharapkan menjadi dasar untuk meningkatkan layanan di masa mendatang.