Key Strategy: Kemenag matangkan struktur organisasi dan tata kerja Ditjen Pesantren
Kemenag matangkan struktur organisasi dan tata kerja Ditjen Pesantren
Jakarta – Setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, Kementerian Agama tengah memformulasikan rancangan organisasi serta mekanisme kerja lembaga tersebut. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa pematangan ini bertujuan untuk memastikan semua aspek kebutuhan pesantren tercakup secara menyeluruh.
Penekanan pada tiga fungsi utama
Dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat, Thobib menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pesantren akan fokus pada tiga bidang utama: pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah. “Kita mencoba mendalami semua kebutuhan pesantren agar tidak ada yang tertinggal,” katanya.
“Setidaknya ada tiga fungsi utama yang menjadi fokus, yaitu pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah,” ujar Thobib.
Rancangan struktur lembaga tersebut diharapkan mencakup lima direktorat strategis. Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning; Direktorat Pendidikan Ma’had Aly; Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an; Direktorat Pemberdayaan Pesantren; serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren. “Setiap unit dirancang saling melengkapi dengan dasar kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Thobib mengapresiasi potensi pesantren sebagai sumber daya nasional yang mampu berkontribusi di berbagai sektor. Salah satu bukti yang disebutkan adalah program Beasiswa Santri Berprestasi, yang telah menghasilkan lulusan yang kompetitif di perguruan tinggi umum.
“Dengan adanya Ditjen Pesantren, diharapkan simpul-simpul pesantren dapat semakin bergerak dan mendapat dukungan lebih baik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengakui masih ada pesantren yang menghadapi keterbatasan sarana dan sumber daya. Meski demikian, pesantren tetap beroperasi berkat komitmen dan keikhlasan pengelolanya. “Pesantren memiliki potensi besar, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, pemberdayaan, maupun dakwah,” pungkas Thobib.