500 tim dari tujuh negara ikut turnamen sepak bola usia dini Bali 7s
500 Tim dari Tujuh Negara Ikut Turnamen Sepak Bola Usia Dini Bali 7s
Gianyar, Bali (ANTARA) – Ajang sepak bola usia dini Bali 7s 2026 menjadi tempat berkumpulnya 500 tim dari tujuh negara di Asia dan Eropa. Acara ini bertujuan mengidentifikasi serta mengasah bakat pemain muda yang berpotensi menjadi atlet profesional. Menurut Yabes Tanuri, Direktur Turnamen Internasional Bali 7s, jumlah peserta mencapai 8.000 orang.
“Turnamen itu diikuti 8.000 peserta,” kata Yabes Tanuri saat membuka event tersebut di Gianyar, Bali, Jumat.
Turut didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kompetisi ini berlangsung di Bali United Training Center hingga Minggu (5/4). Pertandingan diadakan berdasarkan kategori usia, meliputi U8, U10, U12, U14, U16, serta kategori profesional dan wanita.
Pertumbuhan Peserta
Jumlah tim yang mengikuti ajang ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025 hanya dihadiri lima negara dengan total 389 tim dan 6.334 peserta. Dalam 2026, partisipasi dari tuan rumah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda mencapai 500 tim, menunjukkan keberhasilan dalam menarik minat komunitas sepak bola global.
Peran Pariwisata Olahraga
Dari 500 tim, 200 di antaranya berasal dari luar wilayah Bali. Hal ini memperkuat peran turnamen sebagai ajang pariwisata olahraga yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, ajang ini juga menyediakan ruang bagi pengusaha kecil dan menengah (UMKM) untuk berpartisipasi.
“Ada juga gerai UMKM yang turut berpartisipasi dalam ajang tahun ketiga ini,” tambah Yabes.
Visi Menpora Erick Thohir
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan harapan bahwa turnamen ini mampu membangkitkan talenta sepak bola dan mempercepat regenerasi pemain. Ia juga menekankan pentingnya kompetisi dalam membentuk karakter serta kualitas atlet muda.
“Saya berharap ada saingan (kompetisi) kalau bisa di Labuan Bajo atau provinsi lain, supaya makin banyak (kompetisi) makin bagus untuk pembinaan sepak bola dan industri olahraga,” tutur Erick.