Topics Covered: Satgas-BGN selidiki menu MBG berbungkus plastik kresek
Satgas-BGN selidiki menu MBG berbungkus plastik kresek
Sampang, Jawa Timur — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, bersama Badan Gizi Nasional (BGN), melakukan penyelidikan terhadap program pangan bergizi yang disajikan dalam wadah plastik kresek. Program ini sempat viral di berbagai platform media sosial karena mengejutkan masyarakat dan mengundang canda. Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
“Hari ini, tim Satgas MBG Sampang langsung turun ke lapangan untuk bertemu warga yang menerima manfaat di Desa Robatal,” ujarnya.
Menurut Sudarmanto, distribusi menu MBG harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan BGN. Salah satu syaratnya adalah makanan disajikan dalam ompreng untuk memastikan keseimbangan gizi, termasuk keberadaan karbohidrat, protein, dan serat. Ia menjelaskan bahwa menu yang terdistribusi sebelumnya dipindahkan ke wadah berplastik, sehingga tidak sesuai dengan prosedur.
“Bisa saja makanan itu dipindah, tapi harus ke tempat makan penerima manfaat,” katanya.
Klarifikasi juga dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski hasilnya belum diungkapkan secara rinci, Satgas dan BGN menyatakan temuan tersebut masih dalam evaluasi. Sebelumnya, video distribusi MBG di Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Sampang, menjadi perbincangan luas karena makanan disajikan dalam keranjang, napper plastik, dan tas kresek.
Program MBG yang sama juga ditemukan menggunakan bungkus kertas di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Sampang. Kedua wilayah ini menjadi fokus pemeriksaan untuk menegakkan kesesuaian prosedur. Satgas berharap penyelidikan ini dapat memperjelas penyebab pelanggaran dan tindakan yang akan diambil.