Latest Program: Eks Menlu Zarif: Iran Harus Segera Deklarasi Menang dan Berdamai

Javad Zarif Mantan Menlu Iran: Seruan untuk Berdamai dan Deklarasi Kemenangan

Mantan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menulis artikel di majalah Foreign Affairs, di mana ia mendorong Teheran untuk langsung mengumumkan kemenangan dan mengakhiri pertikaian dengan Amerika Serikat. Konflik antara AS dan Israel dengan Iran berlangsung sejak 28 Februari, tetapi belum terlihat tanda-tanda segera berakhir. Zarif menekankan bahwa Iran perlu memanfaatkan keunggulan posisinya untuk tidak hanya menang, tetapi juga menyusun kesepakatan yang dapat memutus konflik saat ini dan menghindari perang berikutnya.

Rancangan Blueprint untuk Kesepakatan

Dalam tulisannya, Zarif mengusulkan tiga langkah strategis bagi Iran untuk meraih kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump. Pertama, Iran harus menawarkan pembatasan pada program nuklirnya serta mengembalikan akses ke Selat Hormuz sebagai imbalan untuk penghapusan semua sanksi. Ia menyatakan bahwa kesepakatan semacam ini sebelumnya sulit diterima oleh Washington, namun kini bisa menjadi opsi yang diperhitungkan. Kedua, Iran perlu bersedia menerima perjanjian non-agresi dengan AS, yang menjamin kedua negara tidak saling menyerang di masa depan. Ketiga, ia menyarankan adanya kerja sama ekonomi antara Iran dan AS, yang akan memberikan manfaat kepada masyarakat kedua negara.

“Iran harus memanfaatkan keunggulan posisinya untuk tidak hanya terus berperang, melainkan menyatakan kemenangan dan membuat kesepakatan yang mampu mengakhiri konflik ini serta mencegah konflik berikutnya,” tulis Zarif.

Sementara itu, Iran juga melancarkan serangan terhadap infrastruktur regional, termasuk pabrik desalinasi air dan kilang minyak di Kuwait, serta rudal ke Israel yang merusak properti warga. Sebagaimana dilaporkan Al-Jazeera pada Jumat (3/4), militer Iran memberikan peringatan akan “menghancurkan” aset-aset Negeri Paman Sam jika serangan terus berlanjut. Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, meninggalkan jabatan setelah diberi perintah oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, untuk mengundurkan diri. Hingga kini, setidaknya 2.076 orang tewas dan 26.500 lainnya terluka akibat serangan AS-Israel di wilayah Iran sejak 28 Februari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *