Arteta Bantah Skenario Arsenal Tak Lepas 10 Pemain ke Tim Nasional
Arteta Tolak Tuduhan Pemain Arsenal Dipaksa Tinggalkan Tim Nasional
Sepuluh pemain Arsenal absen dari tim nasional mereka selama FIFA Matchday bulan Maret 2026, tetapi pelatih Mikel Arteta membantah ada skenario yang disengaja untuk memperkuat performa klub. Pemain-pemain ini merupakan tokoh utama di masing-masing negara, namun harus berada di samping klub akibat kondisi fisik atau kebutuhan persiapan internasional.
Kondisi Fisik Menjadi Faktor Utama
Arteta menyatakan keputusan melepas pemain ke tim nasional selalu berdasarkan pertimbangan medis. “Kami selalu memberikan dukungan penuh. Ketika Anda harus mengomunikasikan kondisi dan situasi setiap pemain, kami selalu jujur,” ujarnya dalam wawancara dengan ESPN, Jumat (3/4). “Pada akhirnya, keputusan medis harus diambil. Kesimpulannya sudah jelas. Ketika seorang pemain dalam kondisi fit dan siap bermain untuk tim nasional, dia harus bermain.”
“Kami sangat bangga memiliki begitu banyak pemain di tim nasional. Para pemain sangat ingin bermain untuk tim nasional mereka,” tambah mantan pemain timnas Spanyol ini. “Kami tahu betapa pentingnya setiap waktu yang mereka habiskan bersama, dan betapa berartinya waktu yang mereka habiskan untuk persiapan. Kami sepenuhnya mendukung hal itu.”
Pemain Absen karena Alasan Terpisah
Beberapa nama yang tidak dapat tampil di laga internasional meliputi Declan Rice, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka yang tak bisa bermain untuk Inggris melawan Uruguay dan Jepang. Noni Madueke dilepas setelah mengalami cedera saat menghadapi Uruguay. Sementara Gabriel Magalhaes dan William Saliba absen karena dipanggil oleh Brasil dan Prancis, tetapi alasan kebugaran membuat mereka tidak bisa berpartisipasi.
Jurren Timber tidak dipanggil Belanda karena disebut alami cedera, sementara Leandri Trossard tak bisa membela Belgia. Piero Hincapie dan Martin Zubimendi sempat diundang oleh Ekuador dan Spanyol, namun kembali ke klub karena situasi fisik yang belum optimal.
Arteta memahami secara pribadi nilai pentingnya membela negara, karena pengalamannya sebagai mantan pemain. Ia menegaskan bahwa Arsenal tidak pernah mengadopsi skenario yang sengaja membatasi pemain demi kepentingan klub. “Kami tidak membuat rencana untuk memaksa pemain tetap di klub. Mereka selalu memiliki kebebasan untuk bermain di tim nasional jika memenuhi syarat,” jelasnya.