BPS Sebut Tradisi Rica-Rica Dorong Inflasi Cabai di Gorontalo

BPS Sebut Tradisi Rica-Rica Dorong Inflasi Cabai di Gorontalo

Kenaikan Inflasi Cabai di Gorontalo Dipengaruhi Tradisi Makanan Pedas

Menurut data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo, cabai rawit kembali menjadi penyumbang utama inflasi di daerah tersebut pada bulan Maret 2026. Lonjakan harga ini terjadi akibat tingginya konsumsi masyarakat terhadap makanan pedas, khususnya menu rica-rica, selama masa Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

“Andil tertinggi di Gorontalo adalah cabai rawit. Fenomena Ramadan dan Idulfitri membuat masyarakat lebih memilih makanan berbahan cabai, yang menyebabkan permintaan terhadap komoditas ini meningkat signifikan,” kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Watekhi, di Gorontalo, Kamis (2/1) seperti dilansir Antara.

Dalam periode tersebut, cabai rawit berkontribusi 0,24 persen pada inflasi. Meski permintaan tetap tinggi di pasar tradisional dan toko ritel, tekanan inflasi dari cabai relatif terkendali karena harga komoditas hortikultura lainnya cenderung stabil atau turun. Contohnya, tomat mulai menunjukkan tren harga yang menurun, meski dampaknya terhadap inflasi nasional masih terbatas.

Inflasi bulanan Gorontalo pada Maret 2026 mencapai 0,24 persen, yang menunjukkan kondisi ekonomi wilayah tersebut relatif tenang di tengah fluktuasi harga pangan musiman. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, dan Gorontalo masuk dalam daftar enam provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia.

BPS menilai stabilitas harga pangan terutama disebabkan oleh upaya menjaga pasokan makanan di daerah. Keterlibatan pemerintah lokal serta pihak-pihak terkait dinilai menjadi faktor kunci dalam mempertahankan daya beli masyarakat. Namun, pihak berwenang diimbau untuk terus mengawasi distribusi bahan pokok, terutama menjelang hari raya, agar kenaikan harga tidak terlalu signifikan.

Dengan kondisi tersebut, BPS berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri tanpa terbebani oleh kenaikan biaya kebutuhan pokok. Pemantauan harga dan pasokan yang intensif diharapkan dapat mencegah lonjakan inflasi yang lebih besar di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *