Main Agenda: Dubes Iran Sebut Isu Perpecahan Mazhab Suni-Syiah Buatan Zionis
Dubes Iran Sebut Isu Perpecahan Mazhab Suni-Syiah Buatan Zionis
Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran memicu diskusi mengenai perbedaan mazhab Suni dan Syiah. Menurutnya, upaya memecah belah umat Islam tersebut diinisiasi oleh Zionis, sebagaimana dilaporkan oleh Detik.com.
“Perbedaan atau bahkan perpecahan antar mazhab sudah ada sejak lama. Zionis memainkan peran penting dalam mengarahkan konflik antaragama agar umat Islam terpecah dalam kelompok mazhabnya,” ujarnya saat wawancara di Jakarta Selatan, Jumat (3/4).
Boroujerdi menambahkan bahwa masyarakat Iran tidak lagi terpengaruh oleh isu perpecahan tersebut. Populasi yang beragam membuat perbedaan mazhab tidak lagi menjadi fokus utama pembicaraan. “Di Iran, pembahasan tentang Suni dan Syiah sudah tidak relevan lagi karena masyarakatnya beragam, bahkan ada wilayah mayoritas Ahlusunah,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah Barat dan Timur Iran berisi penduduk yang mayoritas Ahlusunah, tetapi juga terdapat kelompok Syiah. “Sebaliknya, di komunitas Syiah juga ada orang-orang Ahlusunah. Mereka tidak lagi memperhatikan perbedaan mazhab secara signifikan,” lanjutnya.
Boroujerdi menekankan bahwa sebagian Ahlusunah bahkan menjadi bagian dari pasukan militer. Ia mengatakan bahwa dalam kondisi perang, perbedaan agama dan mazhab tidak perlu diperbesar. “Rudal yang diluncurkan Israel tidak memilih antara Suni atau Syiah, sehingga dampaknya merata,” ujarnya.
Menutup wawancara, Dubes Iran mempertegas bahwa Israel adalah pihak yang terlibat dalam memisahkan antaragama. “Dalam situasi saat ini, Israel yang menjadi penyebab utama perpecahan antaragama,” pungkasnya.