Latest Program: Pengamat: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, 94 Persen Masyarakat Puas

Pengamat: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, 94 Persen Masyarakat Puas

Profesor Albertus Wahyurudhanto Evaluasi Kinerja Operasi

Profesor Albertus Wahyurudhanto, seorang Guru Besar di STIK Lemdiklat Polri, menyatakan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam memastikan keamanan arus mudik dan balik Lebaran berjalan dengan efektivitas yang memadai. Penilaian ini didasarkan pada riset akademik yang dilakukan secara kritis dengan menggabungkan metode triangulasi.

Dalam riset tersebut, sebaran responden menunjukkan distribusi gender yang tidak seimbang, dengan 71,91% laki-laki dan 28,09% perempuan. Mayoritas peserta berusia 36-45 tahun (34,28%) serta 26-35 tahun (28,38%). Tingkat pendidikan dominan adalah SMA/sederajat (54,19%) dan S1 (33,06%). Survei melibatkan 3.200 peserta dari 8 Polda, dengan jumlah responden yang sama di setiap wilayah.

“Hasil riset menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini cukup optimal, meski masih ada catatan. Petugas lebih berkonsentrasi di jalan darat, padahal kendala sering muncul di pelabuhan dan rest area,” ujar Albertus saat audiensi evaluasi bersama Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sistem pemantauan real-time serta penerapan teknik pengendalian lalu lintas berbasis data. “Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, evaluasi kini lebih berfokus pada strategi predictive traffic policing yang diintegrasikan ke dalam pengelolaan arus mudik,” tambahnya.

Tulus Abadi Apresiasi Turunnya Angka Kecelakaan

Pengamat kebijakan publik dan perlindungan konsumen, Tulus Abadi, mengapresiasi efektivitas Operasi Ketupat 2026 yang mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 30 persen serta kepuasan masyarakat mencapai 94 persen.

“Operasi Ketupat 2026 berjalan baik karena Polri menerapkan berbagai instrumen untuk memastikan arus mudik lancar dan aman,” kata Tulus saat audiensi evaluasi yang sama, Kamis (2/4/2026).

Menurut Tulus, penurunan risiko kecelakaan tidak terlepas dari kebijakan seperti sistem one way yang dinilai sangat mendukung kelancaran perjalanan. “Instrumen one way terbukti efektif, dan ke depan diharapkan menjadi kebijakan permanen untuk meningkatkan petunjuk arah di jalan tol,” paparnya.

Ia menekankan bahwa tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi merupakan indikator kuat bahwa layanan dan pengamanan selama Operasi Ketupat telah mencapai tujuan. “Kepuasan 94% ini harus dipertahankan agar pengalaman mudik di masa depan semakin nyaman dan terjamin keamanannya,” tutup Tulus.

PFoto: Pengamat perlindungan konsumen dan kebijakan publik, Tulus Abadi (Dok istimewa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *